Iklan Tebuireng.Online
Iklan Tebuireng.Online

Puisi

Perang di Ilalang

Oleh: Ghaitsa Fauziah* Belai lembut tak selalu sejuk dan sorai di atas tanah bisa jadi goyah dan aku yang retak tak berarti rusak tapi hati yang mentah mendoakan belai mengharap sorai dan berarti pula aku yang jadi goyah terempas dan pasrah pada arah bumi kita merah kita pergi...

Setelah Ayah Pergi

oleh: Rara Zarary* Hujan yang jatuh pelan-pelan ke bumi dicintai jutaan penulis puisi serupa api, menjadikanku abu dunia tiba-tiba berubah warna air mata tenggelamkan tawa ruang-ruang hening suara hanya terdengar bising tanpa kuterima pelukan di balik jutaan ucapan hiburan hanyalah omong kosong singgah dalam senyum...

Kenangan Bernisan Luka

oleh: Qurratul Adawiyah* Tahun lalu nuansa langit hijau nan putih menjadikanku beranjak melukis lentera penuh kasih sayang yang ingin kupersembahkan pada seorang yang entah siapa entah karena apa aku menginginkannya, "kau gila kau sungguh tak jelas tujuan hidupmu", kata  histeris yang  diutarakan saat...

Yang Mengemban Harapan

oleh: Q. Adawiyah* Pengandaian perubahan yang terjadi dari sekian lamban tak lagi mengenal kata kembali kembali memberi kembali  mengurangi kembali menambahi kembali memberantas teka-teki yang tak teratasi khayal-khayal bayang tersenyum cipta andai terlalu sejuk berayun tiada lagi gelap terganti terang tiada lagi lorong penuh...

Fragmen Perpisahan

Kita adalah sepasang Aamiinyang riuh setiap doa, larut malam yang dinginmemeluk harapan bersamamenuju keluarga samarasaat pagi datang kau suguhkan aku secangkir kopijelang senja aku bacakan kau puisikita saling menatap berjanji untuk menetapbersanding dalam figora,...