Iklan Tebuireng.Online

Cerpen

Santri yang Lupa Arah Hidup

Oleh: Zulfikri* Genit angin menyapa pagiku, memberi salam padaku. Lantunan shalawat tarhim dari masjid di pondokku datang membelai, membangunkan aku untuk memulai hari. Jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi, memaksaku untuk segera bergegas ke kampus....

Kaya Miskin di Tangan Tuhan

Oleh: Qona’atun Putri Rahayu Namanya Ayu, seorang gadis yang lesuh, kusut, tidak cantik, pekerjaannya hanya seorang penulis amatiran. Jauh dari kepedulian orang tua. Bahkan, ia tidak tahu keberadaan orang tuanya masih hidup atau sudah tiada....

Merengkuh Asa di Akhir Senja

Oleh: Qurratul Adawiyah* Embun pagi membasahi reranting pepohonan dan dedaunan serta bunga-bunga dengan penuh kedinginan yang merasuk hingga ke sumsum tulangku, suara burung pun dan desiran angin menemani kesendiriaanku. Aku masih mengamati alam sekitar, pemandangan...

Sepotong Maaf Untuk Beni

Oleh:Latifatul Fajriyah* Hembusan angin malam kembali menerpa tubuhku hingga menusuk pori-pori kulit yang melebar. Sekalipun tubuhku sudah dibalut oleh kaus panjang dan jaket tebal yang kebesaran, tetap saja dingin itu menusukku hingga menggigil. Di penghujung...

Terlalu Jauh Mencari Kebahagiaan

Oleh: Moh. Zulfikri* Mentari pagi kembali menyinari, memecah sejuknya pagi. Suasana hangat membuatku semangat untuk memulai hari. Hari ini memang lebih semangat dari biasanya, bagaimana tidak? Hari ini adalah hari terakhir dari ujian akhir semester,...