Grup Shalawat Kubahireng saat melantunkan shalawat dan dzikir dalam acara Haul ke-2 KH Ishaq Lathief di Prambon Sidoarjo pada Senin (23/01/2017).

tebuireng.online—Kiai kharismatik Pesantren Tebuireng, KH. Ishaq Lathief telah dua tahun meninggalkan umat. Namun, kerinduan terhadap kiai yang sangat bersahaja itu terus menjadi kenangan dan ada dalam doa para santri-santrinya. Untuk mengenang dan mendoakan beliau, Majlis Taklim Darul Muttaqin Dsn Pulosari, Prambon, Sidoarjo mengadakan Haul ke-2 beliau di kediamannya pada Senin (23/01/2017).

Acara ini sekaligus digelar dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H dan santunan kepada anak yatim di Prambon dan sekitarnya. Tokoh dan warga sekitar sekitar turut hadir dalam acara tersebut. Tak hanya itu, santri alumni Pesantren Tebuireng di sekitar Sidoarjo seperti Surabaya, Jombang, Mojokerto, Kediri, dan Gresik juga menyempatkan hadir untuk mengenang Yai Ka’, sapaan akrab KH. Ishaq Lathief.

Grup Shalawat Kubahireng (Kumpulan Banjari dan Hadrah Tebuireng) mengawali acara dengan melantunkan shalawat dan dzikir untuk menyambut kedatangan warga dan tamu undangan. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh trio qari’ dari Tebuireng, yaitu Ustadz Hilmi, Budi Andi Padri, dan Fajrul Falah, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, yang dipimpin oleh Ustadz Ismail. Usai tahlil, Kubahireng kembali memainkan rebana dan melantunkan mahallul qiyam.

Dalam sambutannya, Kepala Desa (Kades) Prambon merasa bangga di desa yang ia pimpin ada ulama dan kiai panutan, yaitu KH. Ishaq Lathief. Baginya, Yai Ka’ adalah sosok yang inspiratif dan memiliki jiwa pengabdian yang kuat dan kokoh. Pak Kades, yang mengaku sedang tidak enak badan itu menyampaikan terima kasih atas antusiasme warga dan panitia menyukseskan acara tersebut.

Sambutan atas nama keluarga disampaikan oleh Pengasuh Majlis Ta’lim Darul Muttaqin dan penerus KH. Ishaq Lathief, KH. Syamsuri Rozaq. Dalam kesempatan itu, beliau berterima kasih kepada para dermawan yang bersedia mendermakan hartanya untuk anak yatim. Setelah itu, kiai yang juga salah satu pengajar di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Awang-Awang Mojosari ini merasa senang karena Kiai Ishaq santri alumni dan warga, khususnya jamaah majlis taklim Darul Muttaqin masih mengingat beliau dan segala perjuangan beliau. Hal itu dibuktikan dengan ribuan orang hadir pada acra tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Saya sangat bangga sebagai pimpinan di Desa Prambon karena Yai Ka’ telah membuat suasana desa kami adem dengan majlis beliau,” kata Kades dalam sambutannya.

Mauidhah hasanah disampaikan oleh kiai dari Mojokerto, KH. Sa’dullah Husain. Penceramah yang juga putra dari Rais Syuriah PCNU Mojokerto KH. Husain Ilyas tersebut menyampaikan bahwa zaman yang terpaut jauh dengan kehadiran Nabi masih dapat memperoleh syafaat beliau. Menurut beliau, syafaat Nabi itu tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Tak hanya di akhirat kelak bahkan di dunia pun juga dapat memperolehnya.

Mewakili keluarga besar Tebuireng, KH. Abdul Hakam Kholiq, yang juga sahabat KH. Ishaq Lathief hadir dan mendapatkan kehormatan untuk memimpin doa sebelum acara berakhir.

Dalam acara ini, 20 anak dari beberapa desa di Kecamatan Prambon mendapatkan santunan berupa uang sebesar 1 juta rupiah intuk setiap anak. Uang tersebut didapatkan dari sejumlah dermawan yang mendonasikan hartanya untuk disumbangkan kepada anak-anak kurang mampu tersebut.


Pewarta:    Hilmy al Banjari

Editor:      Farha Kamalia

Publisher:  M. Abror Rosyidin

SebelumnyaKiai Syansuri dan Politik, Mengais Keteladanan Kiai Syansuri Badawi (Bagian-9)
BerikutnyaKH. Sa’dullah Husain: Rasulullah Ibarat Satelit, Umat Beliau Adalah Televisinya