sumber ilustrasi: kompasiana.com

Kita adalah sepasang Aamiin
yang riuh setiap doa, larut malam yang dingin
memeluk harapan bersama
menuju keluarga samara

saat pagi datang kau suguhkan aku secangkir kopi
jelang senja aku bacakan kau puisi
kita saling menatap berjanji untuk menetap
bersanding dalam figora, di dinding ruang tamu keluarga

kau menatapku dengan yakin
kubalas dengan senyum penuh aamiin
kita akan selalu bahagia
dengan rencana sederhana membangun rumah tangga

tak dinyana, semesta memiliki permainan baru
ayah ibumu berkata kita tidak bisa bersatu
mitos telah mematahkan harapan
beberapa hal dalam keluarga kita tak bisa disatukan

kita berdiri tanpa daya, menangis tanpa air mata
mengapa cinta tak sekuat yang kita kira
mengapa pecinta lemah di hadapan kepercayaan masa purba
kita hanya menjadi kepingan luka menua, tak bersama

*Pegiat komunitas @pesantren_perempuan

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
SebelumnyaMbah dan Laut
BerikutnyaMembaca Tafsir Berdasarkan Tema Pokok Al-Qur’an