Santri Trensains menyimak cerita alumni Trensains tentang pengalaman selama menjadi santri di Trensains dan saat mereka berada di bangku kuliah, Ahad (31/12/17). (Foto: Munaminatul)

Tebuireng.online- Bagi kebanyakan orang, tahun baru masehi menjadi ruang berlibur ke luar kota, istirahat dari beban kerja, dan lain-lain. Berbeda dengan santri di Pesantren Tebuireng 2, Jombok, Jombang, mereka memilih memanfaatkan waktu dengan menyambut alumni, biasa disebut dengan kakak tercinta santri Trensains, yang datang dalam rangka menjumpai adik-adiknya. Mereka adalah pasukan yang dipimpin oleh Misbahul Lail Kadam yang menyempatkan diri untuk hadir dan berkumpul kembali di tempat yang pernah mereka diami selama tiga tahun itu.

“Kedatangan kami di tengah adik-adik tercinta saat ini untuk menemani malam pergantian tahun karena biasanya para santri melewati malam pergantian tahun dalam masa liburan. Sekaligus, kami ingin mengungkapkan pengalaman kami setelah keluar dari pondok ini tujuh bulan lalu,” ungkap pemimpin pasukan, Ahad (31/12/17).

Kehadiran pasukan angkatan pertama yang akrab disapa frst.gee mendapat tanggapan baik dari kepala Pesantren Tebuireng 2, Ustad Umbaran. Ia memberi kesempatan kepada mereka untuk mengadakan kegiatan yang sebenarnya tidak umum atau tidak biasa dilaksanakan dalam menghadapi pergantian tahun. Pertemuan itu untuk pengenalan bagaimana sewaktu di Trensains dan bagaimana saat berada di luar Trensains.

“Trensains mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang tidak umum dengan kehadiran angkatan pertama, mereka berkumpul. Mengenang masa-masa sekolah dan menceritakan berbagai pengalaman yang tidak mungkin dilihat dan dirasakan ketika di Trensains, yang bermadzhabkan bebas dan tidak bebas,” ungkap Ustad Umbaran.

Selain itu pada keesokan harinya aktivitas santri SMA Trensains dalam menyambut tahun 2018 dimulai dengan shalat Duha dan khataman Quran, istigasah bersama, dan pembacaan ulang buku panduan santri Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Di semua sekolah diwajibkan mengadakan aktivitas penyambutan tahun baru masehi. Di Trensains kita akan menyambutnya dengan khataman Al Quran dan istigasah. Bagi setiap individu harus meningkatkan diri, menjauhkan diri dari hal buruk seperti dengki, iri, dan hal lain,” ungkap Kepala SMA Trensains, Ustad Zainur Rofiq.

Ia juga berpesan kepada seluruh santri agar jangan bertanya untuk menghindari kewajiban dalam  mencari ilmu. Menurutnya, kelas 3 saat ini akan lebih berat dari kakak tingkatnya, mereka harus lebih keras usaha dan doanya karena memperthankan dan meningkatkan cetakan hasil angkatan pertama yang didukung dengan sistem yang telah diperbaiki dan fasilitas yang telah mendukung.

Para perintis SMA Trensains mengungkapkan pesan atas pengalaman dan kondisi di daerah perkampusan. Mulai dari daerah paling timur, Jember yang diwakili oleh alumni yang menjadi penggerak bagi kawan-kawannya, Bayu Ramadani.

“Di sini kalian terbaik. Jangan takut jika tidak kuliah. Jika kuliah jangan pernah minder, gengsi dengan almamater yang kalian bawa dan pegang karena universitas tidak menentukan kehidupan nantinya. Kehidupan ditentukan dari diri sendiri dan ketetapan Allah SWT,” ungkapnya di hadapan adik-adik di Trensains.

Alumni juga melanjutkan cerita pengalaman mereka, baik yang datang dari Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Jakarta. Dari Jakarta, datang Futuhillah yang mengaku menghadapi kerasnya hidup di Jakarta karena Ia berasal dari kota kecil di Jawa Timur, Pasuruan. Menurutnya, Ia sanggup hidup di Jakarta karena memiliki pendirian, ikhtiar, kemauan yang kuat, dan ingin menjadi lebih baik.

“Dunia perkuliahan tidaklah mudah. Para pemuda yang sedang beranjak dewasa menghadapi berbagai tantangan di kehidupan yang meluas, tertutup hingga terbuka. Mempertahankan kehidupan apalagi tidak tinggal bersama keluarga, ditambah tuntutan dari setiap pertemuan di kelas saat di kampus. Untuk menghadapi hal tersebut mahasiswa harus berfikir kritis, berpendirian kuat, belajar menulis mulai sekarang, mencari beasiswa, antusias, tekun, dan sebagainya,” pesan frst.gee dalam menyambut tahun baru masehi itu.


Pewarta: Nadiah Salma

Editor/Publisher: Rara Zarary

SebelumnyaKH. M. Tholchah Mansoer, Sang Intelektual-Kiai
BerikutnyaBersilaturahmi dengan Ziarahi Kubur Pendiri NU