Mengenal Putra-Putri Nabi Muhammad SAW

886

Oleh: Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari

Setelah Rasulullah SAW menikah dengan Sayyidah Khadijah ra., Allah Ta’ala memberikan rezeki beberapa orang putra dari Sayyidah Khadijah ra. Mereka itu adalah Al Qasim, Abdullah, Ibrahim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kulsum, dan Fathimah, radliyallahu anhum.

Putra yang pertama kali dilahirkan adalah Sayyidina al Qasim, dilahirkan sebelum kenabian, dan dengan ini beliau SAW diberi julukan, Abu al Qasim. al Qasim wafat ketika berusia dua tahun.

Kemudian Sayyidah Zainab ra, putri tertua beliau SAW yang dilahirkan pada tahun ke 30 dari kelahiran beliau SAW dan hidup menjumpai Islam, berhijrah dan wafat pada tahun ke 8 hijriyah di sisi suaminya dan putra bibinya, yaitu Abul ‘Ash Laqith bin Ar Rabi’. Dia ra. berhijrah sebelum suaminya. Dia meinggalkan suaminya itu atas kesyirikannya, ketika dia masuk Islam, Nabi SAW mengembalikannya pada nikah yang pertama.

Pendapat lain mengatakan, kembalinya Sayyidah Zainab ra. dengan Abul ‘Ash Laqith bin Ar -Rabi’ dengan “akad nikah baru”. Sayyidah Zainab ra. melahirkan Ali ra. dari Abul ‘Ash ra., namun Ali ra. meninggal di waktu masih kecil, kemudian Sayyidah Zainab ra. melahirkan Sayyidah Umamah ra. dari Abul ‘Ash ra. Kemudian Sayyidah Umamah ra. dinikahi Ali bin Abi Thalib ra. setelah wafatnya Sayyidah Fathimah ra.

Kemudian Sayyidah Ruqayyah ra. yang dilahirkan pada tahun 33 dari kelahiran Rasulullah SAW, dinikahi Usman ra. dan melakukan hijrah dua kali. Dia ra. sangat cantik dan menarik, dia ra. wafat di saat Nabi SAW berada di dalam perang Badar. Ketika Sayyidah Ruqaiyah telah wafat, Usman meminang putri Sayyidina Umar ra., yaitu sayyidah Hafshah ra.

Hal ini terdengar oleh Nabi SAW, lalu beliau SAW bersabda, “Wahai Umar, saya tunjukkan kamu yang lebih baik bagimu dari pada Usman, dan saya akan menunjukkan Usman kepada yang lebih baik untuknya darimu”. Kata Umar ra,”Ya, wahai Nabi Allah”. Sabda beliau SAW, ”Kamu nikahkan saya dengan putrimu, dan saya akan menikahkan Usman dengan puteriku”. Lalu Nabi SAW menikahkan Sayyidina Usman ra. dengan Sayyidah Ummu Kulsum ra.

Kemudian putri Rasulullah SAW selanjutnya, yaitu Sayyidah Ummu Kulsum ra. yang dinikahi oleh Usman ra. Pernikahan ini terjadi pada tahun 3 hijriyah, wafat pada tahun 9 hijriyah, dan Rasulullah SAW duduk di atas makamnya sedangkan kedua mata beliau SAW meneteskan air mata.

  Tebuireng Meriahkan Tahun Baru Hijriyah dengan Jalan Sehat

Sayyidah Fathimah ra. dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Ada yang mengatakan: setahun setelah kenabian. Dia ra. diberi nama Fathimah, karena Allah Ta’ala telah menyapihnya dan menyapih keturunanya dari api neraka pada hari kiamat. Dan diberi nama Al Batul, karena keutamaannya, agamanya, dan derajatnya yang melebihi wanita-wanita di zamannya.

Ada pendapat lain mengatakan, julukan itu diberikan karena terputusnya Sayyidah Fathimah ra. dari dunia untuk Allah Ta’ala semata. Ia menikah dengan Ali bin Abu Thalib, karramallahu wajhah, pada tahun ke 2 hijriyah karena perintah Allah dan wahyu-Nya. Dia ra. adalah yang paling dicintai Nabi SAW dalam keluarganya yang wafat enam bulan setelah wafatnya Nabi SAW.

Pada malam selasa, tanggal 3 Ramadhan, tahun 11 Hijriyah ia melahirkan Sayyidina Hasan ra. dari Ali ra., kemudian melahirkan Sayyidina Husein, kemudian Sayyidina Muhsin (ada yang menyebutnya Muhassan) yang meninggal ketika masih kecil, kemudian Sayyidah Ummu Kulsum ra., kemudian Sayyidah Zainab ra.  Dan Rasulullah SAW tidaklah memiliki keturunan kacuali dari Sayyidah Fathimah ra., sehingga tersebarlah keturunan yang mulia dari beliau SAW melalui dua orang cucu dari dua orang putera Sayyidah Fathimah ra., yaitu Sayyidina Hasan ra. dan sSayyidina Husein ra. saja.

Kemudian di masa Islam, lahirlah Sayyidina Abdullah ra. yang dilahirkan di Makkah dan wafat di saat masih kecil, dan disebut juga dengan nama Ath Thayyib dan Ath Thahir, karena dia ra. terlahir setelah kenabian.

Kemudian Sayyidina Ibrahim ra. yang dilahirkan di Madinah pada bulan Dzul Hijjah tahun ke 8 hijriyah. Sayyidina Ibrahim wafat di Madinah tahun ke 10 hijriyah, ketika berusia 17 atau 18 bulan. Nabi SAW menshalitinya dan memakamkannya di Baqi’.

Semua putra Rasulullah SAW  merupakan hasil pernikahan beliau denga Sayyidah Khadijah ra. kecuali sayyidina Ibrahim ra., yang terlahir dari Sayyidah Mariyah Al Qibtiyah. Semua putra-putri beliau SAW telah wafat sebelum intiqal (wafatnya) beliau SAW kecuali Sayyidah Fathimah ra. yang masih hidup selama enam bulan, setelah intiqalnya beliau SAW, menurut pendapat yang paling shahih dan paling popular seperti yang telah kami sebutkan di atas.


*Diterjemahkan oleh Ustadz Zainur Ridlo, M.Pd.I. dari kitab Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyidi al-Mursalin karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari