Tebuireng.online— Dalam rangka peluncuran Komunitas Medan Djoeang, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) mengisinya dengan Pelatihan Jurnalistik pada Kamis (30/01/2020).  Acara diadakan di Kampus C (kampus tengah) Unhasy.

Pelatihan Jurnalistik tersebut diisi oleh Muhammad Abror Rosyidin, Pimpinan Redaksi Tebuireng Online.  Ia menyampaikan dasar-dasar menulis berita.

Ketua Komunitas Medan Djoeang, Ade Mudhoffar menjelaskan bahwa komunitas ini sendiri dibentuk sebagai wadah untuk membangun rasa cinta akan literasi. Pria yang akrab dipanggil Ade itu ditunjuk   langsung sebagai ketua komunitas yang disi oleh gabungan aliansi mahasiswa FIP, seperti Prodi Bahasa Indonesia, Pendidikan IPA, Bahasa Inggris, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Selain itu juga, Ketua BEM FIP, Fajri menyebut bahwa distribusi masif hoaks atau informasi menyesatkan adalah salah satu sisi gelap dari kemajuan teknologi. Untuk itu, lanjutnya, pembentukan komunitas ini sebagai bentuk kesadaran bahwa edukasi, pemahaman dan budaya literasi dapat dijadikan penangkal dari berkembangnya cacat informasi di masyarakat, khususnya mahasiswa yang masih terjangkit penyakit plagiasi.

Gelar launcing Komunitas Medan Djoeang dengan dilanjutkan pelatihan jurnalistik dengan tema “Latihan Teknik Dasar Membuat Berita” untuk membantu mahasiswa yang baru saja melahirkan komunitas literasi ini.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pemateri,  M. Abror Rosyidin menjelaskan, pelatihan menulis berita bisa menjadi bekal atau pedoman awal untuk keberlanjutan komunitas literasi ini.

“Menulis itu gampang.  Ada banyak hal yang bisa dibaca atau ditulis. Jangan jauh-jauh, lihat saja temanmu yang tidak punya uang itu sudah bisa jadi  ide untuk ditulis, misal judulnya ‘Cara Cepat Dapet Rizki’. Artinya tips utama hanya satu, kepekaan sosial dan lingkungan kita harus tinggi,” jelasnya.

Selain itu Abror juga mengingatkan betapa pentingnya belajar menulis berita. Sebab bukan hanya prihal menulisnya, tapi dari sana kita bisa menelaah mana yang benar-benar sumber valid mana yang bohong.

Pewarta: Asror UNHASY

SebelumnyaDoa Pelindung dari Wabah Penyakit
BerikutnyaWacana Kesetaraan Gender Melalui Konten Kreatif