Tebuireng – Radio Suara Tebuireng bersama PPMN (Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara) dalam program Citradaya Nita, menyelenggarakan workshop  “Menjadi Creative Content Creator Media Sosial Berbasis Kesetaraan Gender” pada Kamis (30/01/2020) di ruang Pascasarjana Universitas Hasyim Asy’ari. Workshop tersebut diadakan untuk memberikan kesempatan generasi millenial berlatih dan menyuarakan wacana kesetaraan gender melalui konten youtube dan meme.

Sebelumnya peserta mengikuti seleksi yang diselenggarakan tanggal 1 – 26 Januari 2020. Peserta terpilih ada 15 peserta kreator konten meme untuk IG/FB dan 15 untuk peserta kreator konten youtube. Mereka berasal dari beragam latarbelakang pendidikan. Seperti mahasiswa Unhasy, alumni Pascasarjana Unhasy, mahasiswa Unwaha, UW, Unipdu, mahasiswa IAIN Tulungangung, mahasiswa UMM Malang, alumni Pascasarjana UIN Suka Jogja, Alumni UB Malang, Alumni SMAN Jogoroto, MAN Jombang, MA Hasyim Asy’ari, SMKN Jombang 3.

Workshop tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam menumbuhkan sikap kritis anak muda dalam menyikapi konten-konten yang dibuat untuk disampaikan kepada masyarakat.

Kesetaraan gender yang merupakan concern kegiatan ini menjadi diskusi yang menarik dalam membentuk pemikiran kritis. Karena kesetaraan gender sampai sekarang memicu kritik sosial dalam masyarakat.

Bentuk kesetaraan gender, adalah berdasarkan dari banyaknya kasus ketidakadilan gender yang telah terjadi di masyarakat seperti marginalisasi, diskriminasi, kekerasan, beban ganda, dan sterotipe yang seringkali menjadi objek kritik sosial masyarakat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketidaksetaraan gender biasanya dikenal sebagai diskriminasi terhadap kaum perempuan. Wanita yang dianggap sebagai kaum lemah, distereotype sebagai sosok yang perlu dilindungi, bahkan budaya masyarakat menempatkan perempuan menjadi tidak mudah bicara atau speak up. Yeni menyebutkan, mengutip tempo.co sampai sekarang ini kekerasan seksual perempuan terus berulang.

“Mengapa kesetaraan gender masih terus dikaji, diwacanakan di era millenial sekarang ini? Karena ketidaksetaraan gender mengakibatkan ketidakadilan, ketimpangan kepada salah satu gender, laki-laki maupun perempuan,” ungkap Yeni.

Untuk itu mewacanakan melalui media sosial juga penting. Karena sekarang ini terjadi perubahan dan hampir setiap hari orang Indonesia mengakses media sosial.

Media sosial merupakan salah satu bentuk media keratif. Melalui workshop tersebut, peserta dibekali materi tentang bagaimana generasi millenial membangun wacana kesetaraan gender, dan juga sharing-praktek cara membuat meme dan konten youtube. “Konten itu harus baik dan berkualitas. Dan semua itu akan berpengarih pada anak muda dalam berpikir kritis dan menumbuhkan motivasi dalam membuat konten yang bermanfaat,” papar aktivis Fatayat NU tersebut.

Selain Yeni, workshop tersebut juga menghadirkan content crator, seperti Puguh D.Kristianto (Youtuber dengan 1,07 jt Subscriber asal Mojokerto) dan Syamsu Dhuha (Owner @muslimnative dan situs bukadulu.com).  Selanjutnya, peserta akan mendapatkan pendampingan dalam memproduksi konten meme dan konten youtube, pengumpulan hasil produksi, dan mengadakan talkshow di Radio Suara Tebuireng.


Pewarta: Fitri Nur Afni

SebelumnyaMahasiswa Unhasy Luncurkan Komunitas Medan Djoeang
BerikutnyaSenjaku yang Manis