IKAPETE dan Aswaja Center Jombang Gelar Istighosah Jelang Muktamar NU

58
Pengurus Ikapete dan Aswaja Center Jombang saat istighosah di makam Masyayikh Tebuireng (foto: irsyad)

Tebuireng.Online– Pengurus Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Cabang Jombang dan Aswaja Center Jombang, menggelar istighosah bersama di Maqbarah Masyayikh Tebuireng pada Kamis malam (2/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar spiritual untuk mendoakan Nahdlatul Ulama (NU) agar senantiasa dipimpin oleh sosok-sosok yang amanah menjelang Muktamar NU ke-35.

Baca Juga: Membersihkan Jalan Muktamar NU

Ketua IKAPETE Cabang Jombang, Ustadz Abdul Malik, mengatakan bahwa pelaksanaan istighosah tersebut terinspirasi dari tulisan Gus Ipang yang mengajak warga NU menunjukkan kecintaan kepada organisasi melalui doa.

“Berkumpulnya kita di sini berangkat dari tulisan Gus Ipang bahwa cinta kepada NU itu tidak harus dengan tepuk tangan tetapi dengan mendoakannya agar NU baik-baik saja dipimpin orang-orang yang teduh, orang-orang yang memang amanah orang-orang yang bisa membawa NU lebih baik ke depan,” tuturnya.

Beliau menambahkan, semangat tersebut juga berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Qonun Asasi Nahdlatul Ulama.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Dengan mengacu ke kepada Qonun Asasi. Saya kira itu yang menjadi tujuan utama kita istighosah ini,” tambahnya.

Baca Juga: Gus Sholah: Ini Bukan Muktamar Tandingan

Pembacaan tahlil dan istighosah setelah shalat maghrib berjamaah di Masjid Pesantren Tebuireng (foto: irsyad)

Menurut Ustadz Malik, kegiatan istighosah ini akan dilaksanakan secara istiqamah hingga penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 sebagai bentuk ikhtiar batin untuk mendoakan organisasi agar tetap menjadi pengayom umat.

“Jadi berkumpulnya kita harus melakukan upaya sebanyak-banyaknya untuk mendoakan agar organisasi Nahdlatul Ulama ini benar-benar bisa menjadi pengayom umat. Dan NU tetap menjadi pemandu umat di saat situasi apapun. Terutama menjelang muktamar nanti. Mudah-mudahan kita bisa istikamah sampai Muktamar selesai,” jelas guru Tebuireng itu.

Ia berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keberlangsungan perjuangan NU di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

Di akhir kegiatan, Ustadz Malik kembali menegaskan bahwa tulisan Gus Ipang menjadi inspirasi lahirnya gerakan istighosah tersebut.

Baca Juga: Salah Kaprah “Penculikan” Peserta Muktamar

“Tulisan Gus Ipang ini sangat menginspirasi buat kami agar kita melakukan sekecil apapun secara konsisten melalui doa dan istighosah yang dipimpin oleh Kiai Mustaqim Askan.” Pungkasnya.