
Tebuireng.online— Dua pakar hipnomotivasi yakni dr. Darmi Sapto Kurniawati, M.HKes., C.Ht., C.I. dan David Sugiarto, M.Si., C.H., C.I., hadir di Pesantren Tebuireng untuk membekali santri baru dengan keterampilan mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan fokus belajar.
Seminar Pembentukan Karakter dan Hipnomotivasi Massal yang digelar Mudir II Bidang Pendidikan pada Rabu (22/7/2026) itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional.
Dalam pemaparannya, dr. Darmi Sapto Kurniawati menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membangkitkan semangat belajar para peserta didik, khususnya generasi muda yang tengah berada pada fase pembentukan karakter.
“Jadi, ini untuk memotivasi anak-anak bangsa, anak-anak negeri Indonesia ini supaya dia itu termotivasi lebih percaya diri, semangat, rajin, fokus dalam meraih prestasi untuk sukses,” tuturnya.
Menurutnya, hipnomotivasi merupakan metode pemberian sugesti positif yang bertujuan menanamkan pola pikir konstruktif ke alam bawah sadar sehingga peserta mampu meningkatkan konsentrasi sekaligus mengendalikan emosinya dengan lebih baik.
Baca Juga: MTs SS Tebuireng Dorong Prestasi Siswa dengan Hipnomotivasi
“Ini adalah satu cara untuk memberikan informasi yang baik melalui usaha sugesti. Sugesti itu untuk memasukkan pikiran ke bawah sadar, ya. Supaya mereka ke depannya bisa lebih fokus, konsentrasi, sehingga diharapkan dapat mengelola emosinya dengan baik,” imbuhnya.
Lebih lanjut, dr. Darmi menilai kegiatan seperti ini menjadi salah satu ikhtiar dalam menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama terkait isu kesehatan mental yang semakin banyak diperbincangkan.
“Jadi, tantangan kita ini kan memang sekarang itu lagi musimnya mental health. Jadi, zamannya Gen Z, Gen Alpha itu sudah berbeda. Tidak seperti zaman dulu yang penurut ya,” terangnya.
Karena itu, ia bersama tim PKHI terus berupaya menghadirkan program-program motivasi yang dapat membantu peserta didik memiliki semangat belajar yang lebih tinggi sekaligus membangun ketahanan mental.
Baca Juga: Andie Hipnotis Ratusan Siswa MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng
“Makanya kita, ya, di tim PKHI ini berusaha memberikan motivasi terus kepada anak-anak bangsa, anak-anak negeri ini untuk lebih semangat dalam belajarnya, dalam meraih prestasinya dengan cara hipnoterapi massal seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, David Sugiarto menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan motivasi belajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya pesantren yang ramah anak. Menurutnya, santri perlu dibekali karakter positif sejak dini agar mampu beradaptasi dengan lingkungan pesantren.
Baca Juga: Bangun Kesalehan Ekologis, Pemateri MOSBA Trensains Ajak Santri Baru Rawat Lingkungan
“Tujuan kegiatan ini adalah membentuk pesantren ramah anak melalui edukasi karakter, sehingga santri mampu hidup rukun dengan teman-temannya, merasa nyaman di pondok, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran diri,” jelasnya.
Lelaki yang juga merupakan Kepala SMK Plus Khoiriyah Hasyim itu menjelaskan, hipnosis dalam hipnoterapi berfungsi sebagai media untuk menyampaikan sugesti atau motivasi positif kepada alam bawah sadar ketika seseorang berada dalam kondisi relaksasi.
“Pada kondisi tersebut, gelombang otak berada pada fase theta sehingga sugesti dapat diterima tanpa mengalami penolakan dari pikiran sadar,” terangnya.
Lebih lanjut, Ustadz David menerangkan bahwa hipnoterapi merupakan metode terapi psikologis yang memandu seseorang menuju kondisi relaksasi mendalam (trance) untuk mengakses alam bawah sadar.
Dari kondisi tersebut, menurutnya, terapis dapat memberikan sugesti positif guna membantu mengubah pola pikir, perilaku, maupun emosi yang kurang adaptif, seperti rasa cemas, stres, rendah diri, maupun kebiasaan negatif lainnya.
“Tujuan akhirnya adalah memfasilitasi perubahan positif dengan mengintervensi akar permasalahan yang tersimpan di alam bawah sadar, sehingga peserta memiliki mental yang lebih sehat, karakter yang kuat, dan lebih siap menjalani kehidupan di pesantren maupun meraih prestasi,” pungkasnya.


















