Siap Berlaga di Thailand, Mohammad Bilifthon Tanfa’ Targetkan Prestasi Internasional

8
Siswa SMA Trensains Tebuireng Jombang, Mohammad Bilifthon Tanfa’ akan berlaga di ajang Siam International Math and Science Olympiad (SIMSO) tingkat internasional (foto: misbah)

Tebuireng.online– Mohammad Bilifthon Tanfa’, siswa kelas XI Sains 1 SMA Trensains Tebuireng asal Kota Madiun, bersiap mewakili Indonesia pada ajang Siam International Math and Science Olympiad (SIMSO) tingkat internasional yang akan digelar di Thailand pada Agustus 2026. Kesempatan tersebut diraihnya setelah berhasil lolos pada babak nasional yang diselenggarakan secara daring.

Baca Juga: Raih Gold Medal di IICYMS 2026, Enam Siswi SMA Trensains Tebuireng Kembangkan Sereal Pencegah Anemia

Bilifthon menjelaskan bahwa seleksi nasional SIMSO dilaksanakan secara online, sementara pelaksanaan luring hanya tersedia di beberapa lokasi tertentu. Keberhasilannya pada tahap tersebut mengantarkannya menjadi salah satu peserta yang akan bertanding di tingkat internasional.

“Saat ini saya akan berangkat ke Thailand untuk jenjang internasional. Sebelumnya saya berhasil lolos pada tingkat nasional yang dilaksanakan secara daring,” ujarnya saat diwawancarai, Ahad (19/7/2026).

Meski belum mengetahui secara pasti seluruh negara peserta, ia memperkirakan kompetisi tersebut akan diikuti oleh banyak negara. Sejauh yang ia ketahui, Malaysia dan Thailand dipastikan turut berpartisipasi sehingga persaingan diprediksi berlangsung cukup ketat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam persiapan keberangkatan, Bilifthon mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Orang tuanya menanggung kebutuhan administrasi seperti paspor dan biaya perjalanan, sedangkan pihak sekolah memfasilitasi pendampingan serta mengurus teknis keberangkatan.

“Kalau urusan paspor dan biaya keberangkatan disiapkan orang tua. Sementara pendamping dan teknis keberangkatan diurus sekolah. Saya tinggal fokus belajar dan menyiapkan barang yang akan dibawa,” tuturnya.

Baca Juga: Borong Trofi Internasional IYSA, Dua Tim Riset SMA Trensains Tebuireng Kembangkan Produk Pangan Fungsional

Persiapan akademik juga dilakukan secara lebih matang dibandingkan saat seleksi nasional. Ia mengaku hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk belajar menjelang babak nasional. Bahkan, saat itu kondisinya kurang prima karena sedang sakit sehingga harus mengikuti seleksi susulan. Menjelang kompetisi internasional, ia memanfaatkan waktu sekitar satu bulan untuk belajar mandiri dan memperoleh bimbingan intensif dari sekolah selama dua minggu.

Menurut Bilifthon, tantangan terbesar dalam olimpiade ini terletak pada materi soal yang berada di atas jenjang pendidikannya. Selain itu, ia juga harus bersaing dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai negara yang memiliki kemampuan tinggi di bidang matematika dan sains.

“Materinya mencakup pelajaran di atas jenjang saya, ditambah lagi banyak peserta yang kemampuan akademiknya lebih tinggi. Itu menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Terkait komunikasi selama berada di Thailand, Bilifthon merasa cukup percaya diri karena mampu menggunakan bahasa Inggris. Apabila menghadapi kendala bahasa dengan masyarakat setempat, ia berencana memanfaatkan perangkat elektronik sebagai alat bantu penerjemah agar komunikasi tetap berjalan dengan baik.

Baca Juga: Semangat dan Konsisten! Lulus dari SMA Trensains, Soccha Raih Bangku Kedokteran di China

“Saya bisa menggunakan bahasa Inggris. Kalau ternyata masih ada kendala, saya akan memanfaatkan perangkat elektronik sebagai perantara untuk berkomunikasi,” katanya.

Keberhasilan yang diraihnya hingga saat ini tidak lepas dari dukungan orang tua, guru, dan teman-temannya. Ia menuturkan bahwa orang tua serta guru senantiasa memberikan motivasi sekaligus membimbingnya selama proses belajar, sedangkan teman-temannya turut membantu ketika ia mengalami kesulitan memahami materi.

“Orang tua dan guru selalu memotivasi serta mengajari saya. Teman-teman di sekolah juga banyak membantu saya memahami materi, jadi mereka punya peran besar dalam perjalanan saya mengikuti lomba ini,” jelasnya.

Bagi Bilifthon, mengikuti kompetisi internasional bukan sekadar mengejar gelar juara. Ia juga ingin memperoleh sertifikat yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama karena memiliki cita-cita kuliah di luar negeri.

Baca Juga: Lolos Kampus Internasional, Razfa Santri SMA Trensains Tebuireng Pilih Teknik Sipil di Uzbekistan

“Saya ingin mendapatkan sertifikat untuk menunjang pendidikan selanjutnya. Saya bercita-cita kuliah di luar negeri, sehingga itu menjadi motivasi saya untuk terus bersaing di tingkat global,” tuturnya.

Karena baru dijadwalkan berangkat ke Thailand pada 7 Agustus 2026, Bilifthon belum memiliki pengalaman langsung mengenai negara tersebut. Namun, ia berharap dapat memanfaatkan kesempatan itu untuk memperluas relasi dengan peserta dari berbagai negara. Menurutnya, membangun jaringan internasional menjadi salah satu pengalaman berharga selain mengikuti kompetisi.

Setelah mengikuti SIMSO, Bilifthon bertekad terus aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik lainnya. Menurutnya, prestasi-prestasi tersebut dapat membuka peluang memperoleh beasiswa ketika menempuh pendidikan di luar negeri. Pada ajang SIMSO kali ini, ia berharap dapat kembali ke Indonesia dengan membawa prestasi sekaligus mengharumkan nama SMA Trensains Tebuireng.

Baca Juga: Dari Trensains Tebuireng ke China, Perjalanan Alicia Mengejar Mimpi Menjadi Dokter

Di akhir wawancara, Bilifthon memberikan pesan kepada para pelajar agar tidak takut menghadapi kegagalan.

“Jangan takut kalah, karena kunci kemenangan adalah belajar dari kekalahan yang pernah kita alami. Jadikan setiap kegagalan sebagai bahan introspeksi agar bisa menjadi lebih baik,” pesannya.