
Tebuireng.online– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Trensains Tebuireng. Asra Rasyid Nurhadi berhasil melangkah ke babak final Siam International Science and Math Olympiad (SIMSO) setelah lolos dari tahap penyisihan yang dilaksanakan secara daring. Babak puncak kompetisi matematika dan sains tingkat internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Bangkok, Thailand, Agustus 2026 mendatang.
Baca Juga: Siap Berlaga di Thailand, Mohammad Bilifthon Tanfa’ Targetkan Prestasi Internasional
Asra mengungkapkan bahwa SIMSO merupakan salah satu olimpiade internasional yang memiliki reputasi tinggi. Meski belum mengetahui jumlah pasti negara yang berpartisipasi, ia meyakini ajang tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai penjuru dunia sehingga persaingannya dipastikan berlangsung ketat.
Menghadapi babak final, ia memanfaatkan waktu sekitar satu bulan untuk mematangkan persiapan. Fokus utamanya adalah memperdalam materi matematika sekaligus meninjau kembali konsep-konsep yang telah dipelajari selama ini agar lebih siap menghadapi soal-soal kompetisi.
Di balik persiapannya, Asra juga dihadapkan pada tantangan sebagai santri yang tinggal di lingkungan pesantren. Ia harus mampu mengatur waktu antara latihan olimpiade, kegiatan sekolah, serta rutinitas di madrasah diniyah dan pondok pesantren.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan penuh orang tua, guru, dan pihak sekolah. Bimbingan akademik, motivasi, serta fasilitas yang diberikan menjadi penyemangat baginya untuk terus berkembang dan berani bersaing di tingkat internasional.
“Tanpa dukungan orang tua dan guru, saya tidak akan mungkin sampai di tahap ini. Orang tua selalu memberikan motivasi agar saya berani mengikuti kompetisi, sedangkan sekolah terus memfasilitasi kami dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai olimpiade,” ujarnya saat diwawancarai di area Pesantren Sains Tebuireng Jombok, Ahad (19/7/2026).
Asra menambahkan bahwa semangatnya mengikuti kompetisi internasional didorong oleh keinginannya untuk membuktikan bahwa santri juga memiliki kemampuan untuk bersaing di panggung dunia. Baginya, kehidupan di pesantren yang dipenuhi aktivitas mengaji dan belajar ilmu agama justru mampu berjalan seiring dengan prestasi di bidang sains dan matematika.
“Saya ingin menunjukkan bahwa santri yang sehari-hari belajar di pondok pesantren juga mampu bersaing di kancah dunia,” katanya.
Asra menargetkan dapat mengukir lebih banyak prestasi pada berbagai ajang olimpiade nasional maupun internasional. Selain mengharumkan nama sekolah, pencapaian tersebut juga menjadi salah satu bekal untuk mewujudkan cita-citanya melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran.
Baca Juga: Lolos Kampus Internasional, Razfa Santri SMA Trensains Tebuireng Pilih Teknik Sipil di Uzbekistan
Selama duduk di kelas X, Asra telah mencatat sejumlah prestasi membanggakan. Ia berhasil menjadi finalis Olimpiade Biologi SELOM by TOBI, meraih Silver Medal pada Adept International Olympiad bidang sains, serta memperoleh Silver Medal pada SIMSO International Olympiad bidang matematika.
Dalam sesi wawancara, Asra mengajak para pelajar untuk tidak takut mencoba berbagai kompetisi. Menurutnya, setiap pengalaman akan memberikan pelajaran berharga sekaligus menjadi sarana untuk mengasah kemampuan.
“Janganlah kalian ragu mengikuti kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Teruslah belajar dan mengembangkan kemampuan, karena setiap proses akan membawa pengalaman yang bermanfaat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” pesannya.
Baca Juga: Dari Trensains Tebuireng ke China, Perjalanan Alicia Mengejar Mimpi Menjadi Dokter


















