foto: suasana pemakaman Gus Sholah, Februari 2020. (dok.tebuireng)

KH. Junaidi Hidayat

 

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Melalui khutbah ini mari kita mantapkan komitmen dan kesungguhan kita dalam menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Allah. Kita jalankan segala hal yang diperintah oleh Allah ( (المَأْمُوْرَاتُ. Baik perintah-Nya berupa (الوَاجِبَاتُ) yakni hal-hal yang memang harus kita lakukan. Maupun perintah yang bersifat ((المَنْدُوْبَاتُ  yakni yang perkara-perkara dianjurkan untuk mengerjakannya.

Serta kita tinggalkan segala hal yang dilarang oleh Allah (المَنْهْيَاتَ). Baik larangan yang memang harus ditinggalkan, maupun hal-hal yang sebaiknya ditinggalkan, yakni al-makruhat (dimakruhkan). Hal tersebut menjadi modal bagi kita untuk mendapatkan kehidupan yang hakiki di dunia dan akhirat.

Jamaah Jumat Rahimakumullah.

Hari-hari ini masih kita diliputi suasana yang penuh dengan cobaan, penuh dengan ujian. Di antara kita, mulai dari keluarga, para tokoh masyarakat, dan juga para kiai banyak yang meninggal dunia. Karena datangnya musibah dari Allah SWT, berupa pandemi virus  Covid-19.

Seharusnya bagi kita yang masih diberi kesempatan dan kesehatan yang baiknya kita lakukan adalah menjadikannya peringatan dan pelajaran. Agar kita senantiasa lebih baik daripada hari kemarin.

Senada dengan kalimat: Kafa bi al-mauti wa’id  (kematian ini cukuplah menjadi pengingat). Bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Hanya Allah yang tahu bagaimana, kapan, dan di mana kematian itu terjadi.

Kematian merupakan bagian dari takdir. Yang harus kita lakukan adalah mengambil hikmah atas kematian, jangan sampai kematian yang telah banyak terjadi hanya berlalu begitu saja dan kehilangan makna. Tidak bisa menjadi motivasi agar menambah kebaikan-kebaikan.

Padahal di kehidupan seorang mukmin akan sangat berarti ketika ia melakukan kebaikan-kebaikan. Karena di akhirat nanti yang menjadi penentu itu apa yang kita lakukan di dunia. Bagi seorang mukmin hidup ini adalah hal yang luar biasa untuk memupuk, membekali dengan amal kebaikan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kejadian ini menjadi wa’id (pengingat) bagi kita.

Anda yang sedang berada di kawasan pesantren, yang sedang mencari ilmu harus disyukuri karena ditakdirkan oleh Allah menuju kebaikan. Baik itulah yang menjadi penentu seseorang apakah dia layak mendapat tempat terpuji di akhirat nanti. Seperti dawuh Nabi:

 وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barang siapa yang dikehendaki bijak, maka akan dipahamkan agamanya.

Dalam situasi seperti ini kita harus menjaga diri, lalu selebihnya tawakal kepada Allah. Dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga senantiasa kekuatan lahir batin, sihhatan wal afiyah. Lalu kita bisa mengisi kehidupan kita dengan kebaikan-kebaikan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 Pentranskip: Yuniar Indra

SebelumnyaPengasuhan Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak
BerikutnyaPesantren, Teknologi dan Pandemi