Ustadz Muhammad Nasrulloh, salah satu alumni Madrasatul Quran yang sedang menempuh pendidikan S1 di Fakultas Bahasa Arab Universitas al Azhar Kairo memaparkan materi tentang istima’(listening), qiraah (reading), qowaidh (gramatika), serta kitabah (writing) ketika Bimbingan Belajar anggota baru Tebuireng Center Kairo untuk menghadapi Ujian Tahdid Mustawa.

Tebuireng.online—Kairo- Pada Mei 2017 lalu, Kementrian Agama RI secara resmi telah mengumumkan 1555 nama-nama calon mahasiswa baru Universitas al Azhar yang telah lolos ujian seleksi, dan 16 diantaranya adalah alumni Pesantren Tebuireng dan sekitarnya. Mahasiswa-mahasiswa baru ini, mulai berdatangan ke Negeri Kinanah sejak pertengahan hingga akhir bulan September, sesuai mediator keberangkatan masing-masing.

Setelah sampai di Mesir, mahasiwa-mahasiswa baru tersebut disibukkan dengan berbagai kegiatan try out dan bimbel pra-Tahdid Mustawa yang diadakan oleh mediator keberangkatan masing-masing organisasi-organisasi afiliatif, maupun almamater-almamater yang ada di kalangan mahasiswa Indonesia di Mesir atau Masisir.

Tebuireng Center (TC) sebagai salah satu organisasi almamater alumni Pesantren Tebuireng di Mesir juga memberikan bimbingan belajar pra-Tahdid mustawa kepada adik-adik baru alumni Tebuireng dan sekitarnya. Bimbingan belajar TC diadakan selama dua hari secara intensif, yaitu pada Ahad-Senin (1-2/10/2017), dimulai sejak pukul 13.00 Clt hingga menjelang waktu Maghrib bertempat di Sekretariat Tebuireng Center Bawwabat II, Nasr City, Kairo. Bimbingan belajar ini meliputi pendalaman materi Istima’, qira’ah, qowaidh (Nahwu dan Shorof), Balaghah, Serta Kitabah.

Bimbel itu diadakan bukan tanpa alasan. Sebab, jika di Indonesia setiap mahasiswa baru dapat langsung mengikuti kegiatan perkuliahan, maka ini tidak berlaku bagi mahasiswa baru di Universitas al Azhar Kairo, Mesir. Sejak tahun 2013 lalu pihak universitas memiliki kebijakan baru bagi mahasiswa baru, khususnya dari negara-negara yang bukan penutur Bahasa Arab. Mereka diharuskan memiliki ijazah lulus pembelajaran di Markaz Bahasa agar dapat mengikuti pembelajaran di tingkat perkuliahan.

Ketua TC, Deni Surya Satria menjelaskan bahwa Markaz Bahasa ini memiliki 7 tingkatan atau mustawa, setiap tingkatan biasanya ditempuh dalam kurun waktu 1,5 bulan. “Sebelum masuk ke Markaz Bahasa mereka diwajibkan menghadapi ujian Tahdid Mustawa, yang terdiri dari ujian lisan dan ujian tulis guna mengetahui berada di tingkatan berapa pembelajaran mereka di Markaz Bahasa nantinya,” ungkapnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pada hari pertama bimbel TC, Ustadz Muhammad Nasrulloh, salah satu alumni Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng yang sedang menempuh pendidikan S1 di Fakultas Bahasa Arab Universitas al Azhar Kairo memaparkan materi tentang istima’(listening), qiraah (reading), qowaidh (gramatika), serta kitabah (writing).

Pada hari kedua, Ustadz Zain al Bashary, salah satu anggota istimewa Tebuireng Center yang juga sedang menempuh pendidikan S1 di Fakultas Bahasa Arab Universitas al Azhar Kairo memberikan materi tentang balaghah (sastra Arab) serta tips-tips menjawab pertanyaan pada ujian lisan.

Deni menjelaskan, bimbingan belajar TC pra Tahdid Mustawa yang dikhususkan untuk Maba alumni Tebuireng dan sekitarnya ini bertujuan agar mereka lebih siap secara materi dan mental dalam menghadapi ujian. “Kita mengadakan bimbel sebagai salah satu cara menyambut dan membantu mereka yang sebentar lagi akan menghadapi Tahdid Mustawa, karena tidak semua mediator keberangkatan memberikan bimbingan belajar secara intensif kepada para Maba,” tambahnya. Perlu diketahuai, ujian Tahdid Mustawa untuk Mahasiswa baru asal Indonesia kedatangan 2017, digelar pada Rabu (04/10/2017) di Kampus al Azhar Hay Sadis (komplek 6), Kairo.


Pewarta:            Hasna Zakiyah Amany

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin

SebelumnyaKAMMI Dianggap Menyelewengkan Dawuh Kiai Hasyim Asy’ari
BerikutnyaRisalah Nasihat Imam al-Ghazali untuk Santrinya (Bagian-5)