Setelah 10 tanda hari kiamat dalam tulisan sebelumnya, Hadratussyaikh dalam kitab Risalah Ahulissunnah wal Jama’ah juga mengungkapkan tanda-tanda hari kiamat lainnya. Berikut adalah ulasannya:

  1. Pesatnya Perdagangan, Berkembangnya Ilmu Tulis Menulis, Kesaksian Palsu

Tanda lainnya adalah pesatnya perdagangan hingga kaum wanita membantu suaminya dalam berdagang, terputusnya tali persaudaraan, merebaknya pena (tulis-menulis), dan munculnya kesaksian-kesaksian palsu. Ini diriwayatkan oleh Ahmad dan al Bukhari dari Ibnu Mas’ud ra. Yang dimaksud dengan merebaknya pena ialah banyaknya juru tulis dan minimnya ulama (orang yang berilmu). Artinya, mereka merasa cukup belajar menulis kaligrafi supaya bisa bergaul dengan para pejabat pemerintah.

  1. Amanah Sebagai Komoditas Profit

Tanda lainnya adalah amanah dijadikan sebagai peluang untuk mencari keuntungan pribadi, zakat dianggap sebagai kerugian, dan ilmu dipelajari bukan untuk tujuan agama. Ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Hurairah t.

  1. Suami-suami Takut Istri, Durhaka pada Ibunya

Tanda lainnya adalah apabila seorang laki-laki patuh kepada istrinya dan durhaka kepada ibunya, mendekatkan kawannya dan menjauhkan ayahnya sendiri, dan banyak suara-suara gaduh di dalam masjid. Ini juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.

  1. Gemerlapnya Hiburan

Tanda lainnya adalah munculnya biduanita-biduanita, dimainkannya alat-alat musik, diminumnya khamer (minuman keras dan sejenisnya), dan generasi terakhir umat ini mengutuk generasi pertamanya. Ini juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
  1. Tahun-tahun Penuh Tipuan

Tanda lainnya adalah sebelum Dajjal muncul ada beberapa tahun yang penuh tipuan, di mana orang yang jujur dianggap bohong, orang yang bohong dianggap jujur, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan orang ruwaibidlah berbicara. Ketika ditanya: “Siapakah orang ruwaibidlah itu?” Nabi SAW menjawab, “Orang rendah yang berbicara tentang urusan publik.” Ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Bazzar dari Anas bin Malik ra.

  1. Peristiwa-Peristiwa Besar Terjadi

Tanda lainnya adalah hari kiamat tidak akan terjadi sampai terlihat perkara-perkara besar yang belum pernah terbersit di dalam benak kalian. Urusannya menumpuk di dalam jiwa dan menimbulkan tanda tanya, “Apakah Nabi kalian pernah menceritakannya kepada kalian”. Hari kiamat juga tidak akan terjadi sampai kalian melihat gunung-gunung bergeser dari tempatnya. Ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dari Samurah bin Jundub t.

  1. Memberikan Urusan kepada yang Bukan Ahlinya

Tanda lainnya adalah apabila semua urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya hari kiamat. Ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Abu Hurairah ra.

  1. Meratapi Kematian

Tanda lainnya adalah dunia ini tidak akan pergi sampai ada orang yang melewati kuburan kemudian ia berguling-guling di atasnya seraya berkata: “Seandainya aku berada di tempat orang yang di kubur di dalam kuburan ini.” Ini diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah t juga.

  1. Manusia Bersetubuh seperti Persetubuhan Hewan.

Tanda lainnya adalah hari kiamat tidak akan terjadi sampai manusia bersetubuh seperti binatang yang bersetubuh di tengah jalan. Ini diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ibnu Umar ra.

  1. Maraknya Perzinaan

Tanda lainnya adalah hari kiamat tidak akan terjadi sampai ada laki-laki yang menghampiri wanita kemudian menidurinya di tengah jalan. Sehingga orang yang terbaik di antara mereka ketika itu adalah orang yang berkata: “Seandainya kita bersembunyi di balik dinding itu.” Ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dari Abu Hurairah t.

Termasuk dalam tanda ini adalah hari kiamat tidak akan terjadi sampai ada wanita yang bersetubuh di siang hari di tengah jalan tanpa ada seorangpun yang menegurnya. Sehingga orang yang terbaik di antara mereka ketika itu adalah orang yang berkata, “Seandainya kamu membawa wanita itu sedikit menjauh dari jalan ini.” Hal itu terjadi sementara di antara mereka ada orang-orang seperti Abu Bakar dan Umar (orang-orang alim dan saleh). Ini diriwayatkan oleh Al-Hakim Abu Abdillah dari Abu Hurairah ra.


*Disarikan dari Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

SebelumnyaBelajar Tawaduk dari Kiai Bisri Syansuri
BerikutnyaGus Sholah: Jangan Lagi Pertentangkan Keindonesiaan dan Keislaman!