Oleh: Devi Yuliana*

Pernahkah di umur dua puluh tahun ke atas, kita merasa bahwa hidup kalian biasa-biasa saja. Seperti tidak ada target yang perlu kita perjuangkan dalam hidup ini. Hidup terasa stagnan dan bahkan tidak memiliki arah tujuan. Namun ketika kita scrolling media sosial kita sering dibuat iri dengan pencapaian teman-teman kita di luar sana. Ada yang sudah berkelana mengelilingi dunia, ada yang sedang berjuang membawa nama baik suatu lembaga, atau bahkan ada yang sudah mampu menghadiahi umroh kedua orang tuanya.

Hal-hal seperti di atas pasti sering membuat kita minder dalam menjalani hidup. Merasa tidak adil dengan kehidupan. “Kalau mereka bisa kenapa kita tidak?” pasti pertanyaan itu sering terbesit di kepala. Media sosial yang semakin memudahkan kita untuk melihat orang di ujung dunia pun memperlihatkan kepada kita kenyataan yang kadang sulit kita terima. Hidup kita yang terasa begini-begini saja dan hidup orang lain yang penuh pencapaian.

Namun, dibanding membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain, lebih baik kita belajar sedikit demi sedikit untuk menjadi produktif dalam hidup kita. Semua orang besar berawal dari mereka yang mau memperbaiki diri dari nol. Hidup ini tidak ada yang instan, semua perlu proses. Namun langkah apa saja yang harus kita lalui untuk mencapai tujuan tersebut.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Fokus

Pernahkah kalian merasa burn out dan buntu ketika mendapat tugas dalam waktu bersamaan? Kalau pernah, berarti kalian perlu untuk latihan fokus. Langkahnya sebetulnya cukup mudah. Utamakan kewajiban yang mendesak dan kerjakan dari yang paling sulit. Barulah setelah yang penting, mendesak, dan suit telah selesai, kita mengerjakan yang lain. Setelah semua tugas selesai, barulah kita bisa bersantai atau scrolling gadget.

Waktu

Bukan yang penting sibuk. Tapi sibuklah pada hal-hal penting

Yang kedua adalah time management atau pembagian waktu. Kita semua punya waktu yang sama dalam sehari. Sama-sama punya 24 jam. Namun mengapa si A bisa menyelesaikan semua tugasnya dan si B tidak?. Jawabannya ada pada manajemen waktu. Si A tahu kapan ia harus fokus mengerjakan tugas dan kapan ia boleh bermain gadget. Di waktu senggang ia mengerjakan tugas-tugasnya terlebih dahulu, barulah ketika ia selesai dari tugasnya ia akan bermain gadget. Sedangkan si B terlalu asyik bermain gadget sehingga lupa akan tugasnya yang mana menjadikannya melakukan sistem kebut semalam untuk menyelesaikannya.

Energi

Untuk menjadi produktif, kita perlu yang namanya energi yang cukup. Energi yang cukup tercipta dari istirahat yang cukup pula. Dengan istirahat yang cukup, tubuh kita akan menjadi sehat dan siap untuk melakukan banyak hal. Istirahat di sini juga tidak hanya tidur semata, namun bisa juga dengan mengurangi penggunaan gadget yang bisa merusak mata. Karena kebanyakan dari kita sebenarnya tidak lelah fisik, namun lelah karena sering berada di samping gadget.


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaPesona Ramadan di Pesantren
BerikutnyaMimpi Basah ketika Berpuasa, Batalkah?