Tebuireng Lantik Pimpinan Baru, Gus Kikin Ajak Perkuat Organisasi dan Pengembangan Ilmu

24
Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz memberikan sambutan dalam pelantikan pimpinan unit sekolah/madrasah dan pondok di lingkungan Pesantren Tebuireng (foto: Iva)

Tebuireng.online— Sebanyak 12 unit pendidikan di lingkungan Pesantren Tebuireng resmi melaksanakan pelantikan pimpinan baru Ma’had Aly, sekolah, madrasah, serta 8 pimpinan pondok pesantren pada Ahad (28/6/2026). Pelantikan yang berlangsung di lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Machfudz (Gus Kikin).

Baca Juga: Delapan Pimpinan Pondok di Lingkungan Pesantren Tebuireng Resmi Dilantik

Dalam sambutannya, Gus Kikin menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang telah dipersiapkan melalui tahapan panjang. Menurutnya, sistem regenerasi di Tebuireng kini dibangun dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah menyelesaikan proses regenerasi yang cukup panjang. Semua dilakukan melalui sistem yang lebih tertata, transparan, akuntabel, dan berbasis data. Tim Pemikir dan Pengembang bersama seluruh jajaran telah bekerja keras sehingga proses ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Gus Kikin.

Yai Kikin mengungkapkan bahwa pembenahan sistem regenerasi sebenarnya telah menjadi cita-citanya sejak beberapa tahun lalu. Namun, berbagai dinamika, termasuk masa pandemi Covid-19, membuat sejumlah program pembinaan sempat terhenti sehingga membutuhkan waktu untuk kembali ditata.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Pembinaan adalah proses yang terus berjalan. Regenerasi ini juga merupakan bagian dari pembinaan agar lembaga terus berkembang dan melahirkan kepemimpinan yang kuat,” katanya.

Baca Juga: 12 Unit Pendidikan Pesantren Tebuireng Lantik Pimpinan Baru

Lebih lanjut, Gus Kikin menegaskan bahwa tugas pesantren tidak hanya berorientasi pada ibadah mahdhah, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kehidupan bermasyarakat melalui penguatan nilai-nilai muamalah. Karena itu, kemampuan berorganisasi menjadi bekal penting bagi seluruh pimpinan yang mendapat amanah.

Menurutnya, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari telah memberikan teladan bagaimana membangun kekuatan umat melalui organisasi yang kokoh. Tradisi tersebut harus terus dilanjutkan agar para santri terbiasa memimpin dan mengabdi di tengah masyarakat.

“Ilmu-ilmu agama yang dipelajari di pesantren bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi harus menjadi bagian dari syiar Islam di tengah masyarakat. Itulah yang membedakan pesantren dengan lembaga pendidikan lainnya,” tuturnya.

Para pimpinan baru di lingkungan Unit Sekolah, Madrasah, Ma’had Aly dan Pondok saat menghadiri pelantikan (foto: Iva)

Gus Kikin juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan sanad keilmuan yang diwariskan para ulama. Menurutnya, seluruh ilmu yang diajarkan di Tebuireng harus terus disebarluaskan sebagai bentuk dakwah sekaligus pengabdian kepada umat.

Baca Juga: Pesantren Tebuireng Gelar Fit and Proper Test; Calon Wakil Kepala Sekolah, Targetkan Standar Internasional

Ia berharap para pimpinan yang baru dilantik mampu memperkuat koordinasi antarunit, terus melakukan inovasi, serta menjadikan Tebuireng sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tetap berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Ke depan bagaimana kita terus melakukan koordinasi dan pengembangan. Semangat yang saya lihat hari ini luar biasa. Mudah-mudahan Tebuireng menjadi pusat pengembangan ilmu, pusat keilmuan, dan ini merupakan bagian dari modernisasi pesantren,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Kikin turut mengucapkan selamat kepada seluruh pimpinan yang dilantik. Beliau berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa mendapat kemudahan dari Allah Swt.

Bagi Ketua PWNU Jawa Timur itu, pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Pesantren Tebuireng memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus menyiapkan estafet kepemimpinan yang profesional, adaptif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam mengembangkan pendidikan Islam dan syiar keilmuan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Tebuireng Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Sekolah dan Madrasah Tingkat SLTA

Turut hadir dalam acara ini, Bu Nyai Lelly Lailiyah Hakim, Mudir Pesantren Tebuireng, Tim Pemikir dan Pengembang Lembaga Pendidikan Pesantren Tebuireng, para pimpinan unit, serta jajaran guru yang sebelumnya mengikuti rangkaian proses fit and proper test.