Ribuan Santri Putra Tebuireng Ziarah ke Makam Ayah Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari

13
Santri putra Pesantren Tebuireng saat ziarah ke makam Kiai Asy’ari di Desa Keras, Diwek, Jombang (foto: ni’am)

Tebuireng.Online— Ribuan santri Putra Pesantren Tebuireng melaksanakan ziarah ke makam KH. Asy’ari di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. KH. Asy’ari merupakan ayahanda Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Pondok Pesantren Tebuireng. Ziarah tersebut juga diikuti oleh jajaran pimpinan, pengurus, serta para pembina Pondok Putra Pesantren Tebuireng.

Baca Juga: Gelar Ta’aruf Wali Santri Baru, Pondok Putra Tebuireng Kenalkan Unit dan Jajaran Pengurus

Kegiatan ziarah diawali dengan sambutan Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ustadz Syifaul Fuad. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan silsilah KH. Asy’ari sekaligus menekankan pentingnya bagi santri Tebuireng untuk mengenal silsilah dan nasab keluarga Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

“Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari lahir dari ayah yang bernama Kiai Asy’ari dan ibu yang bernama Nyai Halimah. Figur KH. Asy’ari sebagai seorang ayah memiliki peran yang sangat besar dalam membimbing Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari hingga tumbuh menjadi ulama besar di kemudian hari,” jelas Ustadz Syifa di depan ribuan santri, pada Jum’at (17/7).

Sebagai santri Tebuireng, lanjut Ustadz Syifa, sudah sepatutnya kita mengetahui silsilah dan nasab Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Baca Juga: 540 Santri Baru Mulai Berdatangan ke Pondok Putra Tebuireng, Tandatangani Surat Pernyataan

Mudir III Bidang Pembinaan dan Diniyah Pesantren Tebuireng, H. Lukman, B.A., menyampaikan bahwa keberkahan ilmu tidak hanya diperoleh melalui proses belajar, tetapi juga dengan menjaga adab kepada guru, mencintai keluarga guru, serta senantiasa mendoakan para masyayikh. Menurutnya, ziarah menjadi salah satu ikhtiar untuk menyambung sanad keberkahan dengan niat yang tulus.

“Kita berharap memperoleh barakah melalui wasilah KH. Asy’ari dan para masyayikh. Karena itu, luruskan niat dalam berziarah dan jangan pernah putus mendoakan para guru,”  pesannya.

Rangkaian ziarah ditutup dengan pembacaan tahlil dan doa yang dipimpin langsung oleh Drs. KH. Mustakim Askan. Adanya kegiatan ini, pihak pondok putra berharap para santri semakin mengenal sejarah para masyayikh Tebuireng.

Selain itu, kegiatan ini juga dinilai akan memperkuat sanad keilmuan, serta menumbuhkan kecintaan kepada guru dan keluarga Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari sebagai bagian dari tradisi pesantren yang terus dijaga dan dilestarikan.

Baca Juga: Sah Jadi Santri Tebuireng, 650 Peserta MOSBA Diingatkan buat Luruskan Niat Belajar



Pewarta: Muhammad Fatkhun Ni’am