ilustrasi sosok ibnu batutta

Ibn Battuta, yang lengkapnya bernama Abu Abdullah Muhammad ibn Abdullah al-Lawati al-Tanji ibn Battuta, adalah seorang penjelajah Muslim terkenal yang hidup pada abad ke-14. Ia lahir pada tahun 1304 Masehi di Tangier, Maroko. Ibn Battuta dikenal karena perjalanannya yang luas ke berbagai belahan dunia, yang mencakup hampir semua wilayah Muslim dan beberapa negara non-Muslim di Asia, Afrika, dan Eropa.

Pendidikan Ibn Battuta dimulai di Tangier, di mana ia belajar Al-Quran dan ilmu agama Islam. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di Fez, sebuah pusat keilmuan terkenal pada masanya, di mana ia mempelajari hukum Islam, teologi, dan ilmu-ilmu lainnya yang relevan.

Pada usia yang relatif muda, sekitar 21 tahun, Ibn Battuta memulai perjalanan panjangnya yang pertama. Pada tahun 1325, ia meninggalkan kampung halamannya dan memulai perjalanan haji ke Mekah, yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Namun, perjalanan haji Ibn Battuta tidak berakhir di Mekah. Setelah menunaikan ibadah haji, ia memutuskan untuk melakukan perjalanan yang lebih jauh, dan ini menjadi awal dari petualangan luar biasa seumur hidupnya.

Selama 30 tahun berikutnya, Ibn Battuta melakukan perjalanan ke berbagai bagian dunia Islam, termasuk wilayah-wilayah yang sekarang termasuk Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Palestina, Suriah, Arab Saudi, Yaman, Oman, Iran, Irak, Turki, Uzbekistan, India, Pakistan, Maladewa, Sri Lanka, dan Bangladesh. Ia juga menjelajahi sebagian dari Afrika Timur dan bagian dari Eropa Selatan.

Ibn Battuta mencatat pengalaman dan pengamatannya selama perjalanannya dalam sebuah buku berjudul “Rihlah” atau “Perjalanan.” Karyanya ini memberikan gambaran yang luar biasa tentang kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan politik di berbagai wilayah yang ia kunjungi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Meskipun terkenal karena perjalanannya yang epik, sedikit yang diketahui tentang detail kehidupan Ibn Battuta setelah ia kembali dari perjalanannya. Diyakini bahwa ia menetap di Maroko dan kemungkinan meninggal di sana, meskipun tanggal pasti kematiannya tidak diketahui. Namun, warisannya sebagai seorang penjelajah dan penulis terus dihargai dan mempengaruhi pemikiran dan penelitian di bidang sejarah dan geografi. Ibn Battuta dianggap sebagai salah satu penjelajah terbesar dalam sejarah manusia.

Baca Juga: Belajar Menjelajah Dunia dari Ibnu Batutah

Ditulis oleh Anis Faikatul Jannah, mahasiswi Universitas Hasyim Asy’ari