Sambutan Dzurriyah hingga Mudir Warnai Pagelaran di SMP Sains Tebuireng

40
Bu Nyai Aisyah, mewakili Dzurriyah Pesantren Tebuireng memberikan sambutan dalam pagelaran Sains di SMP Sains Tebuireng (foto: albii)

Tebuireng.online— Hari kedua Pameran dan Pagelaran Sains SMP Sains Tebuireng yang berlangsung pada Ahad (1/2/2026), berlangsung khidmat. Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Bu Nyai Aisyah selaku perwakilan dzurriyah yang berkesempatan memberikan sambutan di hadapan wali santri, dewan guru, dan para siswa.

Dalam sambutannya, Bu Nyai Aisyah berharap pameran dan pagelaran sains ini mampu menampilkan hasil dari ilmu yang telah diajarkan di sekolah. Ia menegaskan bahwa SMP Sains Tebuireng sejak awal dirancang sebagai lembaga pendidikan berbasis sains yang lahir dari visi besar para pendirinya.

Berita Terkait: Usung Tema “Science Breakthroughs”, SMP Sains Tebuireng Pamerkan 40 Produk Inovasi Siswa

Menurutnya, gagasan tersebut tidak lepas dari pemikiran KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah) yang memiliki cita-cita luar biasa dengan langkah pemikiran holistik dan jauh ke depan dalam menjawab perkembangan zaman.

Lebih dari satu abad sejak berdirinya Pondok Pesantren Tebuireng, lanjut Bu Nyai Aisyah, pemikiran Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari juga memiliki pandangan yang sangat maju pada masanya. Hal ini terbukti dari banyaknya alumni Tebuireng yang berhasil dan mampu berperan aktif di tengah masyarakat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online
Salah satu unjuk kreativitas santri SMP Sains di panggung pagelaran Sains (foto: albii)

“Saya sangat optimis putra-putri njenengan berada di tempat yang tepat. Di SMP Sains Tebuireng ini, potensi anak-anak akan digali semaksimal mungkin oleh para guru, tidak hanya dalam bidang sains, tetapi juga dalam penguatan agama,” tuturnya.

Baca Juga: Buka Pameran di SMP Sains Tebuireng, Gus Kikin Tegaskan Sains Tak Boleh Dipisahkan dari Agama

Bu Nyai Aisyah juga mengajak para wali santri untuk senantiasa mendoakan anak-anak mereka, khususnya melalui pembacaan Al-Fatihah, agar kelak tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, memahami adab, serta berbakti kepada orang tua. Ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara kecerdasan dan kedewasaan intelektual, karena kepintaran tanpa akhlak dapat menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Mudir Bidang Pendidikan II Tebuireng, Gus Hasyim, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi lembaga. Ia menegaskan pentingnya integrasi antara agama dan sains dalam dunia pendidikan, sebagaimana ungkapan Prof. B.J. Habibie bahwa agama tanpa sains akan buta, dan sains tanpa agama akan lumpuh.

Baca Juga: 40 Produk Inovasi Karya Siswa SMP Sains Tebuireng Dipamerkan! Angkat Isu Lingkungan dan Kesehatan

Menurut Gus Hasyim, Al-Qur’an telah memberikan landasan kuat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, salah satunya melalui Surah Yunus yang mengisyaratkan pentingnya perhitungan waktu dan hisab. Ia juga mengingatkan para siswa bahwa capaian dalam pameran ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses panjang dalam berkarya dan berinovasi.

“Ini baru permulaan. Jangan pernah puas meskipun sudah menghasilkan produk. Ulama dan ilmuwan terdahulu selalu melandasi karyanya dengan Al-Qur’an,” pesannya.

Baca Juga: Edukasi Lingkungan Lewat Drama, Siswa SMP Sains Tebuireng Unjuk Praktikum Sains

Melalui kegiatan ini, pihak SMP Sains Tebuireng berharap, para siswa terus berkembang menjadi generasi yang unggul dalam sains, kuat dalam agama, serta mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, termasuk ke SMA Trensains Tebuireng, sebagai ikhtiar menyiapkan pemimpin masa depan bangsa.




Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary