40 Produk Inovasi Karya Siswa SMP Sains Tebuireng Dipamerkan! Angkat Isu Lingkungan dan Kesehatan

120
Salah satu stand pameran siswa SMP Sains Tebuireng (foto: albi)

Tebuireng.online— Sebanyak 40 produk inovatif karya siswa kelas IX SMP Sains Tebuireng dipamerkan dalam kegiatan pameran karya siswa yang digelar pada Sabtu (31/1/2026). Pameran ini menampilkan hasil penelitian dan inovasi siswa dari kelas 9A hingga 9G dengan total 40 stand.

Seluruh karya yang ditampilkan merupakan hasil pembelajaran berbasis riset dengan fokus pada isu lingkungan, kesehatan, serta pemanfaatan bahan alami dan limbah. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan solusi sederhana atas persoalan di sekitar mereka.

Baca Juga: Siswa SMP Sains Tebuireng Raih Prestasi dan Voucher Umrah di NCC 2026

Salah satu produk yang dipamerkan di stand SMP Sains Tebuireng (foto: albi)

Perwakilan kelas 9A, Washfa’, menuturkan bahwa Bioetanol dari Limbah Nasi Jasa Boga Tebuireng lahir dari keprihatinan terhadap sisa makanan yang sering terbuang. Menurutnya, nasi sisa tersebut diolah melalui proses fermentasi dan distilasi selama kurang lebih satu minggu.

Baca Juga: Membanggakan! Kisah Alaina, Siswi SMP Sains Tebuireng di Dunia Olimpiade

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Dalam satu kali penelitian, kami menghasilkan sekitar 10ml bioetanol. Meski masih sederhana, produk ini diharapkan bisa menjadi alternatif energi dan dikembangkan lebih lanjut oleh angkatan berikutnya,” ujarnya.

Dari kelas 9B, Tazkia mengaku bangga dapat menghadirkan Teh Daun Juwet Antidiabetes. Ia mengatakan bahwa ide tersebut muncul dari keinginan untuk memanfaatkan tanaman sekitar yang memiliki khasiat kesehatan.

“Kami merasa senang karena dalam waktu yang relatif singkat bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Ke depan, penelitian ini masih terbuka untuk pengujian lanjutan agar hasilnya lebih optimal,” katanya.

Sementara itu, kelas 9C memperkenalkan Briket Biospark yang memanfaatkan limbah tempurung kelapa dan cangkang kemiri. Maila dan Nayla menjelaskan bahwa proses pembuatannya cukup sederhana dan tidak membutuhkan peralatan rumit.

Baca Juga:  Inspiratif! Simak Perjalanan Siswi SMP Sains di Olimpiade BBB International

“Cangkang kemiri dibakar, ditumbuk, lalu dicampur tapioka sebelum dicetak. Prosesnya sekitar tujuh hari. Kami memilih ide yang mudah diterapkan dan ramah lingkungan,” ungkap keduanya.

Saat Pengasuh Pesantren Tebuireng, Gus Kikin menghampiri stand produk karya siswa SMP Sains Tebuireng (foto: albi)

Kelas 9D menghadirkan inovasi pangan berupa Mie Sorgum. Husain dan Alvaro mengungkapkan bahwa pengolahan tepung sorgum menjadi mie membutuhkan banyak percobaan.

“Tepung sorgum tidak bisa kalis seperti terigu. Setelah mencoba berkali-kali dan mempelajari beberapa referensi, kami akhirnya menggunakan adonan cair seperti kwetiau. Produk ini masih sangat mungkin dikembangkan ke depannya,” jelas mereka.

Baca Juga: Pameran SMP Sains Tebuireng Segera Digelar, Siap Unjuk 40 Inovasi dan Pentas Sains!

Dari kelas 9E, Teguh Affan menyampaikan bahwa Oven Tenaga Surya yang dipamerkan selaras dengan program energi terbarukan. Ia menjelaskan bahwa alat tersebut mampu mengeringkan bahan hingga 50 persen dalam satu hari. “Selain ramah lingkungan karena menggunakan panel surya, oven ini juga masih bisa dikembangkan dengan sistem mikro kontrol agar pengoperasiannya lebih efisien,” ujarnya.

Kelas 9F menampilkan produk Antiseptik Daun Jati. Qoiz Tadzarru Putra dan Raeesya Hadziq menyampaikan bahwa daun jati memiliki potensi sebagai bahan antiseptik alami. “Dengan pengolahan yang tepat, daun jati dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik yang lebih ramah di kulit dan membantu mengurangi iritasi,” kata mereka.

Adapun kelas 9G mengembangkan Yogurt Murbei. M. Alfath menjelaskan bahwa proses fermentasi menjadi tantangan utama dalam penelitian ini. “Fermentasi membutuhkan waktu cukup lama dan hasilnya belum selalu stabil. Namun, produk ini berpeluang dikembangkan dan berpotensi diminati oleh para santri,” ujarnya.

Pameran 40 produk ini menjadi bukti bahwa siswa SMP Sains Tebuireng mampu menghasilkan karya inovatif melalui proses penelitian sederhana, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan sejak dini.

Baca Juga: Debut Bersejarah! Santri SMP Sains Tebuireng Lolos Karantina Guk Yuk Cilik Jombang 2026

Wujud produk yang dipamerkan siswa SMP Sains Tebuireng

Daftar 40 Produk Karya Siswa SMP Sains Tebuireng

  1. Bioetanol dari Limbah Nasi Jasa Boga Tebuireng
  2. Salep Anti Kutu Air
  3. BioSpoon dari Limbah Kulit Jeruk Ramah Lingkungan
  4. Gummy Daun Katuk Anti Kembung
  5. Krim Serosis dari Pepaya
  6. Bio Patch Daun Sirih untuk Sariawan
  7. Beras Analog
  8. Optimalisasi Biodiesel Minyak Jelantah
  9. Teh Daun Juwet Antidiabetes
  10. Snack Bar Antianemia
  11. Edible Coating dari Kulit Durian
  12. Bioetanol dari Singkong dan Tetes Tebu
  13. Gunger Bug
  14. Sabun Ekstrak Daun Juwet
  15. Heating Pad
  16. Crayon Minyak Jelantah Washable
  17. Briket dari Batok Kelapa dan Cangkang Kemiri
  18. Smart Plester Cair Berbasis Lidah Buaya dan Ekstrak Binahong
  19. Biobaterai Berbahan Dasar Asam Jawa dan Jeruk
  20. Masker Kopi
  21. Edible Straw
  22. Mie Sorgum
  23. Edible Film
  24. Batako Ramah Lingkungan
  25. Granola
  26. Paper Soap dari Kulit Nanas
  27. Teh Daun Pucuk Merah
  28. Oven Tenaga Surya
  29. Adsorben dari Ampas Tebu
  30. Keju Nabati
  31. Antiseptik Daun Jati
  32. Permen Daun Ginseng
  33. Lantai Piezoelektrik
  34. Detergen Eco Enzim
  35. Black Garlic
  36. Bio-Seabag
  37. Eco Friendly Cup
  38. Sunscreen Carrot Oil
  39. Yogurt Murbei
  40. Salt Baterai

Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary