
Iman yang Kulemaskan di Sudut Malam
Imanku kugantung
Di paku malam,
Ia menetes pelan
Seperti hujan yang lupa jalannya pulang.
Aku bersujud,
Tapi nyatanya lantai lebih dulu menangis.
Menyerap doa-doa
Yang tak sempat kusebutkan namanya.
Jika lelah adalah dosa,
Biarlah aku berdosa sebentar
Agar esok
Aku bisa kembali percaya.
Perempuan yang Menjahit Imannya Sendiri
Aku menjahit iman
Dengan benang kesabaran
Yang sering putus
Oleh tangis yang kusembunyikan.
Jarum waktu menusuk-nusuk dada,
Meninggalkan berbagai luka
dan hanya doalah
yang mampu menambalnya pelan.
Aku tak ingin sempurna,
Aku hanya ingin utuh
Saat berdiri
Di hadapan tuhan yang maha kuasa.
Tuhan, Aku Pulang Tanpa Topeng
Tuhan,
Aku pulang tanpa topeng,
Wajahku kusam
Oleh hari-hari yang terlalu keras.
Aku letakkan takut
Di kaki sajadah,
Biarlah ia belajar bersujud
Lebih dulu dariku.
Jika engkau Tanya imanku di mana,
Ia sedang duduk begitu pasrah
Di antara harap dan ampunan.
Penulis: Wan Nurlaila Putri
Editor: Rara Zarary


















