Wan Nurlaila Putri
Puisi
Pesta Kecil untuk Hati yang Retak
Belajar Menjadiaku pernah menungguseperti sebuah jendala yang tak pernah ditutupberharap akan ada yang mengetuktapi malam mengajarikubahwa tidak semua sunyi perlu ditemanidan aku pun merapikan...
Cerpen
Sampai Waktu Itu Datang
Di banyak ruang kehidupan, gagal sering dimaknai sebagai akhir dari segalanya.Nama yang tak tercantum di papan pengumuman. Usaha yang tak kunjung membuahkan hasil. Harapan...
Cerpen
Bukan Tempat Pulang
Di antara sunyi Subuh yang selalu lebih dulu disapa Aisyah, dan riuh angin laut di Madura yang menemani Farhan, ada sebuah kisah yang tumbuh...
Puisi
Cermin Kehidupan
Tubuh yang tak pernah kuinggapi sepenuhnyaTubuh ini rumahYang kutempati sambil lalu,Aku singgah sebentarLalu aku pergi lagi.
Dinding-dindingnya hafalSuara tangisku,Sungguh aku lupaCara duduk tenang di dalamnya.
Aku...
Cerpen
Lebaran Terindah di Tahun Terakhir
Tak semua santri pulang saat lebaran. Sebagian kembali ke rumah dengan wajah berbunga dan penuh bahagia, membawa tas besar serta cerita yang akan mereka...
Cerpen
Dari Gang Kecil ke Pelaminan
Ada orang-orang yang datang dalam hidup kita dengan cara yang begitu biasa. Tidak ada pertemuan dramatis, tidak ada cerita besar yang membuat jantung berdebar....
Cerpen
Mukenah Putih untuk Hari Raya
Menjelang Nuzulul Qur’an, pesantren putri itu mulai terasa berbeda. Para santri sudah mulai bergosip dan sibuk membicarakan tanggal perpulangan, pengumpulan kitab, bahkan roan kubro...
Puisi
Perempuan yang Menjahit Imannya
Iman yang Kulemaskan di Sudut MalamImanku kugantungDi paku malam,Ia menetes pelanSeperti hujan yang lupa jalannya pulang.Aku bersujud,Tapi nyatanya lantai lebih dulu menangis.Menyerap doa-doaYang tak...












