Misteri Waktu Dhuha

Ilustrasi: www.google.com

Oleh: Izzatul Mufidati*

Dalam hadits Qudsi dijelaskan bahwa, Allah berfirman, “Wahai anak Adam, jamganlah Engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya aku cukupkan untukmu disepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Selain itu, begitu hebatnya doa yang dianjurkan sesudah salat Dhuha. Jika doa itu direnungkan akan membentengi dari hal-hal negatif serta memperlancar rezeki kita.

Doa salat Dhuha didahului pengakuan kita bahwa waktu Dhuha adalah milik Allah (“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu..”)

Jadi tertanam dalam hati dan pikiran kita bahwa waktu yang sangat baik dan sangat potensial ini adalah milik Allah, maka hendaknya kita gunakan waktu ini sebaik-baiknya untuk bekerja dan beribadah bukan disia-siakan untuk hal-hal yang tidak berguna apalagi untuk berbuat maksiat atau dosa.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Doa itu dilanjutkan dengan (“….keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku diatas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang saleh”.)

Kita mengakui bahwa segala keagungan-kemegahan hanyalah milik Allah. Apakah rumah kita, atau kantor perusahaan kita megah atau kendaraan kita super mewah, semua itu tidak setara dengan keagungan dan kemegahan Ars Allah.

Sehingga kita yang kecil dan hina dina ini tidak patut merasa sombong di hadapan Allah yang Maha Agung dan Maha Megah. Kecantikan atau keindahan adalah milik Allah.

Selain itu kekuatan, kecerdasan, keperkasaan hendaklah disadari bahwa semua itu milik Allah yang dikaruniakan kepada kita semata-mata digunakan beribadah kepada-Nya.

🤔  Pentingnya Mengembangkan Ilmu Pengetahuan di Pesantren

Kekuatan yang kita miliki harus senantiasa kita syukuri, karena jika kufur nikmat maka nikmat berupa sehatnya badan dan cerdasnya pikiran akan dicabut oleh Allah.

Dalam ungkapan yang lebih empiric, bahwa salat Dhuha merupakan wahana untuk membangun spiritualitas di sela-sela jam sibuk, saat bekerja keras baik untuk keluarga maupun untuk diri sendiri, salat Dhuha bisa berperan menghidupkan suasana jiwa yang kondusif untuk senantiasa mengingat Allah.

Dengan demikian, waktu Dhuha secara tidak langsung dapat mencegah dari perbuatan yang merugikan banyak orang dan mencelakakan bagi diri sendiri. Dengan kata lain, salat Dhuha bisa menuntun untuk senantiasa mencari rezeki yang halal dengan cara yang halal pula.

Selain itu menuntun untuk selalu menyandarkan diri kepada Allah, agar tidak mudah putus asa dalam bekerja, dan diberi keringanan dalam menjauhi segala rayuan dan godaan yang akan mengotori jerih payah dan ibadah dalam mencari rezeki.

Dengan salat Dhuha berharap bahwa setiap apapun bentuk rezeki yang kita terima akan membawa keberkahan. Selain itu, salat Dhuha sebagai ungkapan syukur setiap hamba terhadap karunia Allah yang tak terhingga ini. Semoga bermanfaat.

#Disarikan dari berbagai sumber.

*Mahasiswa STIT UW Jombang.