
Banyak orang sibuk menghemat uang mereka, namun lupa tentang pentingnya mengalikan kekayaan. Kalau kamu, tipikal orang yang suka menghemat atau mengalikan? Jika kamu pikir kamu sudah pintar menghemat itu sudah bisa mengamankan uangmu, itu kurang tepat karena ada cara lain yang lebih menguntungkan, yakni dengan mengalikan keuanganmu atau istilahnya dengan berinvestasi. Menghemat saja tidak cukup, karena inflasi dan biaya hidup yang meningkat dapat mengurangi nilai uang. Oleh karena itu, investasi adalah langkah penting untuk meningkatkan nilai keuangan.
Salah satu kesalahan umum yang dilakukan kebanyakan orang adalah fokus pada menghemat saja, tanpa memikirkan tentang bagaimana mengalikan uang mereka. Mereka mungkin memiliki tabungan yang besar, tapi tidak memiliki rencana investasi yang jelas. Hal ini dapat membuat mereka kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kekayaan.
Baca Juga: Seminar Pasar Modal, Kenali Investasi Praktis dan Terjangkau
Investasi dapat membantu mengalikan kekayaan dan mencapai tujuan finansial. Dengan berinvestasi, kamu dapat memperoleh penghasilan pasif dan meningkatkan nilai keuangan secara signifikan. Namun, banyak orang masih ragu-ragu untuk berinvestasi karena kurangnya pengetahuan tentang investasi dan pengalaman.
Investasi tidak harus rumit atau berisiko tinggi. Ada banyak pilihan investasi yang aman dan menguntungkan, seperti saham, obligasi, atau properti. Yang penting adalah memahami tujuan dan profil risiko, dan memilih investasi yang sesuai.
Dalam buku Why The Rich Are Getting Richer karya Robert T. Kiyosaki, menjelaskan tentang pentingnya memiliki pendidikan keuangan yang sebenarnya yang tidak hanya mengandalkan nasihat keuangan konvensional seperti hanya bekerja keras dan menghemat keuangan, yang cara tersebut sudah ketinggalan zaman di era ekonomi yang berkembang pesat ini. Gaya hidup tradisional seperti bekerja keras dan sudah tidak relevan untuk menjadi kaya, dan kita amati bahwa orang kaya semakin kaya karena mereka memahami investasi dan aset, bukan hanya mengandalkan gaji.
Investasi merupakan penanaman modal atau aset berharga dengan harapan mendapatkan keuntungan atau nilai tambah di masa mendatang. Untuk memulai investasi, kamu bisa mempertimbangkan emas, reksa dana, saham, properti, atau deposito, tergantung profil risiko dan tujuan finansialmu. Penting untuk memiliki dana darurat terlebih dahulu, kemudian lakukan riset untuk memilih instrumen yang sesuai, dan pastikan memilih platform yang terpercaya dan terdaftar di OJK untuk menghindari kerugian.
Baca Juga: Pengenalan Investasi dan Industri Keuangan Non Bank
Pentingnya untuk menentukan strategi berinvestasi yang tepat dapat menyelamatkan kehidupan di masa depan. Apalagi, saat ini banyak penipuan yang meresahkan masyarakat. Jangan sampai uang investasimu raib, karena banyak sekali investasi bodong. Lalu, bagaimana strategi untuk berinvestasi yang aman pada masa kini? Simak strategi dibawah ini yang dapat kamu pelajari;
Pertama, Pahami kondisi finansial
- Pastikan kamu sudah memiliki dana darurat atau cadangan sebelum berinvestasi, terutama jika pendapatanmu masih belum stabil, agar tidak mengorbankan kebutuhan dasar. Sebelum berinvestasi maka perkuat dana darurat mu terlebih dahulu, lalu putuskan untuk mengambil langkah berinvestasi.
- Tentukan tujuan investasi, apakah untuk bebas finansial, melindungi aset dari inflasi, atau meningkatkan kekayaan. Penentuan ini untuk memudahkan kamu kedepannya agar tidak salah mengambil langkah.
- Pelajari profil risiko; Ketahui seberapa besar risiko yang siap kamu ambil. Ada investasi yang rendah risiko seperti emas dan deposito, ada yang sedang seperti reksa dana, dan ada yang tinggi seperti saham atau peer-to-peer lending.
Kedua, Pilih instrumen investasi
- Emas: Cocok untuk investor pemula dan jangka panjang, cenderung stabil, dan minim risiko, namun perhatikan keaslian emasnya.
- Reksa Dana: Pilihan yang bagus untuk pemula karena modalnya terjangkau, dan tersedia berbagai jenis (pasar uang, pendapatan tetap, saham) dengan risiko yang bisa disesuaikan.
- Saham: Investasi untuk potensi keuntungan yang lebih tinggi namun risikonya juga lebih tinggi, cocok untuk jangka panjang.
- Properti: Melibatkan pembelian rumah atau tanah untuk disewakan atau dijual kembali di masa depan, memberikan pendapatan pasif sekaligus apresiasi nilai.
- Deposito: Simpanan berjangka yang ditawarkan bank, memberikan imbal hasil tetap dan risikonya rendah.
- Peer-to-Peer (P2P) Lending : Pinjamkan uangmu kepada individu atau usaha kecil melalui platform online, namun pastikan memilih platform yang diawasi OJK dan memahami risiko gagal bayar.
Ketiga, Lakukan riset dan pilih platform yang tepat
- Riset: Lakukan riset mendalam tentang instrumen investasi yang kamu pilih untuk memahami potensi keuntungan dan risiko yang mungkin timbul.
- Platform Terpercaya: Pilih platform investasi yang sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan keamanan dana Anda.
Itulah strategi dalam berinvestasi yang dapat kamu lakukan. Jadi, jangan hanya fokus menghemat, sekarang mulailah berpikir tentang bagaimana mengalikan uang dengan investasi yang cerdas. Pilihlah investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risikomu, dan jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli keuangan jika diperlukan. Dengan investasi, kamu dapat mencapai kebebasan finansial dan meningkatkan kualitas hidup.
Penulis: Amalia Dwi Rahmah, alumnus Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng
Editor: Rara Zarary


















