Amalia Dwi Rahmah

Bukan penyair, hanya manusia yang menulis untuk mengingat Tuhan.

Adzan Membelah Gelap

Pagi Pulihkan Luka Fajar datang seperti jari emas Tuhanmenyingkap tirai malam yang pekat membelengguembun menetesair mata bumi yang ikhlasmencuci luka semalam yang menganga pilu angin berbisik...

Garam di Luka Lama

Garam di Luka Lama Kepercayaan dulu adalah jembatankokoh mengantar dua hati menyeberangkini jembatan itu patahterjun bebas ke sungai keraguanKau datang membawa maaftapi maaf mu garam...

Pelita di Bulan Muharram

Pelita di Bulan Muharram Muharram datangfajar yang mengetuk pintu hatiIa pelitamenyalakan gelap dosa yang menumpukair mata taubat adalah hujanmembasuh papan takdir lamalangkah hijrah adalah sayapterbang...

Coretan Meja

Bel Terakhir Bel berteriak perakmemecah dinding waktu yang diamsuara itu kapakmenebas tahun-tahun kita jadi serpihan kenanganhalaman sekolah jadi lautanombaknya rindu menampar kakibangku kayu bisutapi Ia...

Letih Berbisik

Lelah Senyap Malam menelan suaraku pelan-pelantubuh ini jadi rumah yang pintunya karatanlelah menyelinap seperti kabutmembekap dada tanpa izin pamit Aku tersenyumpadahal luka menjeritAku melangkahpadahal kaki sudah...

Sembelih Ego

Sembelih Ego Di pagi kurbanego itu singa yang mengaum di dadakumengamuk minta dipujaminta dituruti tanpa hentikini pisau kesadaran ku tajamkanmenjadi tangan Tuhan yang menuntun arah...

Laut Tanpa Kapal

Samar Rasa Kau datang seperti kabut pagimenyentuh kulit tanpa suarahadir, lalu menghilang di balik senjameninggalkan jejak yang tak utuh hatiku jadi laut tanpa ombaktenang di luar,...

Gerbang Ikhlas

Bisik Waktu Waktu berbisik di sela jarum jam yang lelahkatanya sabartapi detikmu menampar pipi rinduAku duduk di beranda penantianmenghitung hujan yang tak turunnamamu kusulam di...