Derak Musim

74
sumber gambar: https://pixabay.com/id/jelai-rumput-kering-gandum-sereal-676551/

Derak Musim

Pagi-pagi Ia datang serupai embun mengetuk kelopak mawar

senyumnya teduh, namun tak pernah bisa direngkuh

menyibak tangis di antara pecah kesunyian

dan doa-doa yang dirapal manusia sepanjang petang

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Musim-musim telah membisik ke sekujur ingatan

soal nasib petani, pedagang, juga anak-anak sekolah yang akan lari berkejaran

bumi akan tampak hijau lagi, nafas-nafas manusia sejuk tanpa polusi

musim-musim telah akan berganti

di mana pembisik mengerti soal jerit sawah-sawah dan ladang, serta sumur yang mengering kerontang

selamat datang kembali, musim-musim yang diharap lewat rahasia doa-doa kami.


Penulis: Munawara

Editor: Rara Zarary

*Penulis adalah pemerhati musim ke musim, sebagai pelajaran untuk sebuah perjalanan panjang.