
Tebuireng.online— Nyai Hj. Lelly Lailiyah Novianti, Dra., M.M., istri Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz, resmi meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude (IPK 3.97) setelah sukses menjalani Ujian Terbuka Doktor di Program Studi Doktor Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR), Selasa (30/6/2026). Pada sidang terbuka perdana program studi tersebut, Nyai Lelly mengangkat disertasi bertajuk “Nilai-nilai Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dalam Politik Hukum Pengembangan Sumber Daya Manusia di Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045”.
Sidang yang digelar di Auditorium Ternate, Lantai 1 Gedung ASEEC Tower Kampus B UNAIR itu menjadi momen bersejarah karena merupakan ujian doktor terbuka pertama bagi Program Studi Doktor Hukum dan Pembangunan. Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan tamu undangan, mulai dari jajaran menteri, tokoh Nahdlatul Ulama, pimpinan pesantren, hingga kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Baca Juga: Lewat Disertasi, Bunyai Lelly Tawarkan Model TRIVeHTI untuk Menghidupkan Nilai Qonun Asasi NU

Dalam ujian terbuka itu, Bunyai Lelly yang kini resmi menyandang gelar Doktor, mempresentasikan bagaimana urgensi nilai-nilai universal Qonun Asasi gagasan KH. Hasyim Asy’ari sebagai landasan adab dan keilmuan bagi masyarakat luas.
Menjawab pertanyaan dari Ko-promotor II, Prof. Mas Rahmah, Dr. Lelly Lailiyah menegaskan bahwa karya KH. Hasyim Asy’ari tersebut harus menjadi pedoman hidup. “Menurut saya sangat ideal hal ini diungkap kembali untuk mengingatkan bukan hanya para petinggi di NU, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya,” tegasnya.
Menanggapi gagasan yang disampaikan dalam disertasi tersebut, Mudir II Pesantren Tebuireng Bidang Pendidikan, Gus Muhammad Hasyim, menyatakan bahwa pemikiran Bunyai Lelly sejalan dengan kebutuhan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Qonun Asasi di tengah masyarakat.
Saat diwawancarai usai sidang terbuka Gus Hasyim menilai, nilai-nilai dasar yang dirumuskan KH. Hasyim Asy’ari perlu terus diaktualisasikan, terutama bagi sebagian pimpinan Nahdlatul Ulama yang mulai melupakan prinsip-prinsip dasar organisasi. Menurutnya, penguatan kembali pemahaman terhadap Qonun Asasi menjadi langkah penting untuk menjaga arah perjuangan dan jati diri NU.
Baca Juga: Lewat Disertasi, Bunyai Lelly Tawarkan Model TRIVeHTI untuk Menghidupkan Nilai Qonun Asasi NU

Hasil kajian disertasi ini juga mendapat apresiasi luar biasa dari para menteri. Abdullah Azwar Anas selaku mantan Menteri PAN-RB menilai disertasi ini sangat relevan untuk mengatasi tantangan degradasi moral, krisis keteladanan, dan disrupsi budaya global.
“Telah ditemukan model dari penelitian ini terkait dengan pendidikan pesantren berbasis Qanun Asasi yang mencakup integrasi, ilmu, nilai dalam aktivitas harian serta orientasi kebangsaan dan moderasi beragama,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan rasa bangga melihat pencapaian seorang tokoh perempuan pesantren. “Bagi saya luar biasa, bangga sebagai perempuan di Nahdlatul Ulama bahwa Bu Nyai masih punya kesempatan untuk menempuh pendidikan tertinggi. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi untuk Bu Nyai-Bu Nyai yang lainnya,” ungkap Menteri Arifatul, sembari berharap nilai-nilai Qonun Asasi ini bisa dikembangkan lebih luas.
Melengkapi dalam deretan menteri sekaligus penyanggah dalam sidang ini, Dr. Drs. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, M.Si., Menteri Haji dan Umroh RI, mengutarakan bahwa momen ini adalah topik yang tepat dan waktu yang tepat. Menurut beliau, hasil temuan ini bisa mengingatkan kembali para petinggi-petinggi NU yang sekarang ini jauh dari nilai Qanun Asasi.
“Ini satu hal yang sangat bertolak belakang. Kiai sekarang sangat berambisi untuk menjadi ketua NU berbeda dengan Kiai dahulu sangat takut, sangat khawatir kalau diberi amanah menjadi ketua atau pengurus NU,” tegas Gus Irfan Yusuf.

Penting diketahui, sidang terbuka ini mencatat sejarah baru sebagai ujian doktor terbuka perdana untuk Program Studi Doktor Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasarjana UNAIR. Prosesi ujian ini dipimpin langsung oleh Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, SE., M. Si., M.Fin.. Bertindak sebagai dewan penguji adalah Prof. Dr. Suparto Widjojo, SH., M.Hum. selaku Promotor, Dr. Prawitra Talib, SH., MH. sebagai Ko-promotor 1, dan Prof. Dr. Mas Rahmah, SH., MH., LLM. sebagai Ko-promotor 2.
Beberapa pejabat negara yang hadir sebagai undangan akademik antara lain: Menteri Haji dan Umroh RI, Dr. Drs. K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, M.Si. Menteri Sosial RI, Drs. H. Saifullah Yusuf. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. Menteri PAN-RB ke-20, H. Abdullah Azwar Anas, M.Si.
Baca Juga: Bu Nyai Lelly Harapkan Santri Husada menjadi Pionir Kebersihan di Pesantren Tebuireng
Selain itu, bangku kehormatan juga diisi oleh tokoh-tokoh penting seperti Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Machfudz, Wakil Rois Syuriah PBNU Dr. KH. Mohammad Hasib Wahab Chasbullah, Ketua LK PBNU Dr. dr. KH. M. Zulfikar As’ad, Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, Rektor Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr. KH. Achmad Roziqi, Lc., M. Hi. dan Wakil Rektor II Universitas Hasyim Asy’ari Dr. H. Abdullah Aminudin Aziz, bersama jajarannya.


















