
Tebuireng.online– Pada perhelatan kegiatan Diklat Santri Husada ke-XI terdapat hal yang istemewa, yakni pembukaan kegiatan diklat tersebut langsung dibuka dan diresmikan oleh Ibu Nyai Lelly Lailiyah Hakim selaku istri dari Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, pada Jumat 21 November 2025 di Aula Lantai 3 Gedung Yusuf Hasyim.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai dari 21 hingga 22 November 2025 ini, Ibu Nyai Lelly Lailiyah Hakim mengatakan kepada para calon Santri Husada yang berjumlah sekitar 132 yang terdiri dari santri putra dan putri, bahwa Santri Husada harus memiliki hati yang bersih terdahulu sebelum menerima segala macam ilmu di Pesantren Tebuireng.
“Ya, bersih hati dulu. Hati kita bersih maka kita bisa menerima semua ilmu, semua wejangan, semua perkataan yang baik dari guru dan ustadz/ustadz. Bersih diri, maka sekarang ini para itu bersih diri,” terang beliau.
Beliau mengatakan bahwa berangkat dari hati yang bersihlah segala hal yang baik akan turut serta berada dalam diri santri, salah satunya adalah pembangunan karakter seorang santri.
“Berangkat dari mengubah karakter kita menjadi karakter yang lebih baik. Ya, yaitu sekali lagi akan berdampak kepada bersih hati, bersih diri, dan bersih lingkungan,” imbuh beliau.
Terakhir, beliau juga mengharapkan bagaimana para Santri Husada yang mengikuti pelatihan diklat ini dapat menjadi sosok pionir dari penggerak kebersihan di Pesantren Tebuireng.
“Saya hanya meminta kepada kalian sebagai pionir-pionir dari kebersihan di Pesantren Tebuireng ini, maka sekali lagi mohon dengan sangat memenuhi hati yang yang bersih. Ya. Hati bersih, guna menciptakan lingkungan yang bersih,” pungkas beliau.
Pewarta: Dimas Setyawan Saputro
Editor: Muh. Sutan


















