Borong Trofi Internasional IYSA, Dua Tim Riset SMA Trensains Tebuireng Kembangkan Produk Pangan Fungsional

83
Desainer: Ayu

Tebuireng.online- SMA Trensains Tebuireng kembali mengharumkan nama pesantren di kancah internasional. Dua tim riset dari sekolah berbasis sains dan Al-Qur’an tersebut sukses memboyong medali dalam ajang kompetisi ilmiah yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung pada 7–10 Juli 2026.

Prestasi tertinggi diraih oleh tim putri SMA Trensains yang berhasil mengamankan medali emas (Gold Medal). Tim yang beranggotakan enam siswi kelas XI, yakni Raisa Khaira Ummah, Malicha Nayla Gumilang, Aqela Nadya Shafa, Labiba Nishwa Nayyara R., Eva Khoirun Nisa’ Ramadhani, dan Mulia Eka Wijayanti ini mengusung riset berjudul “HEMOBOOST: High Iron Cereal Formulation Based on Sorghum, Beetroot, and Strawberry Milk with Heat-Soluble Edible Film as a Food Alternative for Anemic Girls“. Inovasi sereal berbahan dasar sorgum dan buah bit ini dirancang sebagai alternatif makanan sehat untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri.

Sementara itu, tim putra yang juga berisikan enam siswa kelas XI sukses menyumbangkan medali perak (Silver Medal). Tim yang diperkuat oleh Fadlan Ariq Nurikmal, Dean Fairuz Nabil, Dhiya Muhamad Yusa A., M. Faiz Biaunil Haq, M. Abimanyu Abqari S., dan Keandra Nararya F. ini mengangkat riset bertajuk “CHOLEFIT: Formulation and In Vitro Evaluation of Hypocholesterolemic Functional Biscuits Based on Spirulina platensis and Linum usitatissimum“. Riset tersebut berfokus menciptakan biskuit fungsional untuk membantu penderita kolesterol tinggi.

Pembimbing tim menjelaskan bahwa ide pembuatan biskuit fungsional tersebut berangkat dari keinginan para siswa untuk memberikan solusi praktis bagi penderita kolesterol. Proses panjang harus dilalui kedua tim sebelum akhirnya berhasil berdiri di panggung juara.

“Kurang lebih 5 bulan, mulai dari menyusun judul sampai proses praktikum,” jelas pembimbing tim riset saat dikonfirmasi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ia tidak menampik bahwa pendampingan riset anak asrama memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait pembagian waktu dan akses bahan praktikum.

“Karena memang anak-anak di pondok ya, jadi waktu terbatas. Itupun juga harus dengan pengawasan pembimbing lomba. Selain itu kendala bahan-bahan yang harus disiapkan ditengah keterbatasan akses keluar. Tetapi ini kemudian tidak menjadi penghalang berarti untuk mereka, mereka tetap berupaya semaksimal mungkin sehingga sampai pada hasil yang memuaskan,” ujarmya.

Pasca-kemenangan di Bandung, pihak sekolah berencana untuk terus mendampingi para siswa agar temuan ilmiah mereka tidak berhenti sebagai purwarupa perlombaan saja, melainkan bisa dikembangkan hingga tahap produksi massal.

“Anak-anak akan didorong untuk mengembangkan kembali inovasi yang telah dilakukan agar ide dan produk yang dihasilkan bisa bermanfaat untuk kalangan luas. Misalnya dengan cara menguji lebih lanjut kandungan biskuit yang dibuat serta memproduksi skala lebih besar untuk dikenalkan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Pembimbing riset pun menyampaikan apresiasi serta harapannya atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para siswa selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

“Semoga apa yang mereka peroleh, bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Terima kasih sudah bekerja keras untuk mewujudkan ide yang muncul di kepala menjadi hal yang membanggakan sehingga kedepan harapannya produk ini bisa dimanfaatkan banyak orang,” pungkasnya.

Torehan medali emas dan perak ini semakin memperpanjang rekor manis SMA Trensains Tebuireng dalam melahirkan karya-karya riset terapan di tingkat nasional maupun internasional.

Para pemenang di kompetisi ilmiah yang digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung pada 7–10 Juli 2026.

Pewarta: Albi

Editor: Sutan