Seputar Doa, Istighfar, Al Quran, dan Dzikir

Kemanjuran Doa setelah Adzan dan Iqamah

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Hai Ali, bedoalah antara adzan dan iqamah, sebab sesungguhnya doa di waktu itu tidak ditolak.”

Adab Berdoa

“Hai Ali, apabila engkau berdoa, maka beberkan (kedua telapak) tanganmu dan angkatlah setinggi dadamu, jangan engkau mengangkatnya di atas melebihi kepala dan berisyaratlah kepada Allah dengan jari telunjuk tanganmu.”

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Adab Membaca Al Quran dan Berdoa saat Ada Seseorang Sedang Shalat

“Hai Ali, janganlah kamu mengeraskan suaramu ketika membaca Al Quran dan ketika berdoa di saat orang-orang mengerjakan shalat. Sebab hal yang demikian itu dapat mengganggu shalat mereka.”

Keutamaan Dzikir Sebelum Fajar, Sebelum Matahari Terbit dan Terbenam

“Hai Ali, barangsiapa yang berdzikir kepada Allah sebelum fajar, sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam maka Allah merasa malu menyiksa orang tersebut dengabn api neraka.”

Keutamaan Duduk Berdzikir Setelah Shalat Subuh

“Hai Ali, apabila kamu selesai mengerjakan shalat (Subuh), maka tetaplah duduk ditempatmu sampai matahari terbit, karena sesungguhnya Allah menetapkan untukknya pahala haji dan umrah, pahala mereka memerdekakan budak atau pahala sedekah seribu dinar untuk membela agama Allah.”

Keutamaan Istighfar

“Hai Ali, barangsiapa setiap hari membaca sebanyak dua puluh lima kali,

اَسْتَغْفِرُاللهَ اْلعَظِيْمَ لِى وَالِوَلِدَيَّ وَلِاَصْحَابِ اْلحُقُوْقِ اْلوَاجِبَةِ عَلَيَّ وَلِمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمَوَاتِ

Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung untuk diriku, kedua orang tuaku, semua orang islam laki-laki dan perempuan, semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan, yang hidup maupun yang telah meninggal dunia”), maka Allah mencatat orang tersebut sebagai wali (kekasih)-Nya.”

Keutamaan Bacaan Tahlil

“Hai Ali, barangsiapa yang setiap hari membaca sebanyak sepuluh kali,

لَا إلَهَ إِلَّا اللهُ  قَبْلَ كُلِّ أَحَدٍ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ يَبْقَي رَبُّنَا وَ يَفْنَى كُلَّ أَحَدٍ

Tidak ada Tuhan kecuali Allah sebelum adanya sesuatu, tidak ada Tuhan kecuali Allah sesudah adanya sesuatu, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Tuhan kami tetap kekal dan segala sesuatu akan sirna), maka tiada satu pun malaikat di langit, melainkan memohonkan  ampun untuk orang tersebut

Keutamaan Bacaan Takbir, Shalawat, dan Istighfar

“Hai Ali, barangsiapa setiap hari membaca,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْ المَوْتِ وَ فِيْ مَا بَعْدَ المَوْتِ

Ya Allah, berilah aku berkah dalam kematian dan sesudahnya), maka dia tidak diperiksa oleh Allah dengan apa yang dikerjakannya di dunia. Barangsiapa membaca takbir seratus kali sebelum matahari terbit dan seratus kali sebelum terbenam, maka Allah memberinya pahala seratus orang yang beribadah dan pahala seratus pejuang membela agama Allah. Barangsiapa yang membawa shalawat kepadaku seratus kali setiap hari atau malam,  maka dia pasti mendapatkan syafaatku. Dan banyak membaca istighfar itu merupakan benteng bagi orang-orang yang bertobat dari api neraka.”

Seputar Kejujuran dan Persahabatan

Berkata Jujur dan Larangan Berkata Bohong

Nabi SAW bersabda, “Hai Ali, berkatalah benar meskipun membahayakanmu dalam tempo seketika itu, sesungguhnya berkata benar itu, tetap bermanfat untukmu di hari kemudian. Janganlah berkata bohong, sekalipun berguna bagimu dalam tempo seketika itu, tapi sesungguhnya (bohong) membahayakan di hari kemudia.”

Pengaruh Dosa

“Hai Ali, barangsiapa bnyak dosanya, maka hilanglah cahaya wajahnya.”

Menjaga Perkataan, Amanat, dan Menjaga Nafsu Perut

“Hai Ali, berkatalah benar, jagalah perkataan, amanat, kedermawanan hati dan memelihara perut (dari makanan haram).”

Ciri-ciri Teman yang Jelak

 “Hai Ali, teman yang paling jelek adalah teman yang suka gegabah terhadap temannya dan suka membuka rahasianya.”

Antara Teman dan Musuh

“Hai Ali, seribu teman itu terasa sedikit, tetapi satu musuh terasa banyak.”

Tanda-tanda Teman yang Setia

“Hai Ali, kesetiakawanan itu memiliki tanda-tanda, yaitu dia (teman itu) sanggup mengeluarkan hartanya untuk kamu, dan siap untuk mengorbankan jiwanya demi kamu dan dia siap mempertaruhkan kehormatannya demi kehormatanmu.”


*Disarikan dari kitab Washiyat al-Musthafa karya Syaikh Abdul Wahab asy-Sya’rani