Tebuireng.online-  Ustadzah Fitria selaku koordinator Pembina Pondok Putri memberikan materi kepada siswa Diklat Kader Pesantren Tebuireng angkatan ke-13 putri di Pesantren Tebuireng 2. Ia menyampaikan tentang “Problematika Pembina ” yang lebih spesifik kepada problem yang terjadi di pondok putri pesantren Tebuireng, Senin (11/04/2022).

Ia mengawali materi dengan mengenalkan selayang pandang tentang sejarah didirikannya pondok putriPesantren Tebuireng. “Pondok putri pesantren Tebuireng didirikan pada tanggal 25 Juli 2003/25 Jumadil Ula 1424 H. Sejak awal berdiri sampai saat ini diasuh oleh KH. Fahmi Amrullah Hadziq yang merupakan salah satu cucu Hadratus Syaikh KH. M Hasyim Asy’ari dari jalur Nyai Masruroh,” ucapnya.

Setelah itu, Ustadzah Fitria memfokuskan penjelasan terkait problem pembina terbagi dua, faktor internal dan eksternal. “Problem pembina yang internal terjadi karena beberapa sebab antara lain yaitu: Kurangnya kekeluargaan antara pembina, kurangnya kekompakan, pembina insecure (tidak percaya diri), dan pembina mempunyai profesi di luar pondok,” ungkapnya,

Lanjutnya, sedangkan problem eksternal yaitu antara lain: antara sekolah dan pondok kurang bersinergi, kurangnya komunikasi antara pembina dan walisantri, dan santri terbawa arus globalisasi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dalam menangani permasalahan tersebut, menurutnya, kita tidak boleh takut mengatasi permasalahan yang akan terjadi, dan serta jangan malu untuk bertanya kepada senior atas kebingungan dalam hal menjalankan tanggung jawab kepembinaan.

“Semoga setelah diklat ini, kepembinaan Pondok Pesantren Tebuireng khususnya pondok putri pusat ke depannya lebih baik, dan kesempatan kalian saat ini di diklat yaitu tetaplah jaga kekompakan dan kekeluargaan, karena setelah ini kalian akan berpisah dan ditugaskan di pondok yang berbeda-beda, ada yang di cabang dan di pusat,” tutupnya.


Pewarta: Adawiyah

SebelumnyaTokoh Jurnalistik Sarungan dari Pesantren Tebuireng
BerikutnyaNgaji Pasaran, Kekhususan Kiai yang Tersalur