Haflah Akhirussanah Tebuireng 08 Banten, 135 Santri dan Penghafal Al-Qur’an Diwisuda

53
Pesantren Tebuireng 08 Banten menggelar prosesi Wisuda Hafidz-Hafidzah ke-XIII dan Bil Ghaib 30 Juz ke-IX, yang dirangkai dengan Haflah Akhirussanah Madrasah Aliyah Angkatan VI di Aula KH. Salahuddin Wahid, Petir, Serang, Banten, Ahad (22/06/2026). Foto: fatih

Tebuireng.online- Pesantren Tebuireng 08 Banten menggelar prosesi Wisuda Hafidz-Hafidzah ke-XIII dan Bil Ghaib 30 Juz ke-IX, yang dirangkai dengan Haflah Akhirussanah Madrasah Aliyah Angkatan VI di Aula KH. Salahuddin Wahid, Petir, Serang, Banten, Ahad (22/06/2026).

Sebanyak 135 santri resmi dinyatakan lulus pada tahun ini. Rincian wisudawan terdiri dari 42 santri program Binadhor (26 putra dan 16 putri), 25 santri penghafal Al-Qur’an Bil Ghaib 30 Juz (12 putra dan 13 putri), serta 68 kelulusan santri Madrasah Aliyah Angkatan VI (37 putra dan 31 putri).

Agenda sakral ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng 08 Banten KH. Ahmad Qazwini, Mudir III Bidang Pondok dan Diniyah H. Lukman Hakim, serta Mudir VI Pesantren Tebuireng Jombang Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc. M.H.I.

Pengasuh Pesantren Tebuireng 08 Banten, KH. Ahmad Qazwini, menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian kolektif para santri yang berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an maupun kurikulum madrasah. Ia berpesan agar para wisudawan senantiasa menjaga konsistensi sebagai penjaga ayat suci sekaligus mengamalkan nilainya secara konkret.

Senada dengan hal itu, Mudir III Bidang Pondok dan Diniyah, H. Lukman Hakim, mengingatkan bahwa ilmu yang didapat selama di dalam bilik pesantren wajib diimplementasikan saat kembali ke daerah asal. Menurut dia, pengamalan ilmu merupakan kunci utama datangnya keberkahan hidup, terlebih bagi para hafidz dan hafidzah yang memikul amanah besar sebagai penjaga Kalamullah di tengah masyarakat.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sementara itu, Mudir VI Pesantren Tebuireng Jombang, Dr. KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.H.I., dalam sesi mauidzah hasanah menekankan bahwa indikator keberhasilan seorang santri tidak boleh hanya diukur dari kuantitas hafalan atau tumpukan ilmu kognitif semata.

KH. Ahmad Roziqi menegaskan bahwa fondasi utama kelulusan terletak pada integritas akhlak, adab, dan kemampuan mentransformasikan ilmu tersebut di ranah publik. Ia kemudian mencontohkan potret historis keteladanan Sayyidina Anas bin Malik RA yang memanen keberkahan ilmu yang melimpah berkat kedalaman adab serta totalitas khidmahnya kepada Rasulullah SAW.

Melalui keteladanan tersebut, para alumni Tebuireng 08 diharapkan mampu merawat tradisi luhur pesantren yang menyeimbangkan antara kejayaan intelektual dan keluhuran budi pekerti sebagai modal sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Acara tahunan ini dipungkasi dengan prosesi khidmat penyerahan dokumen kelulusan (syahadah) serta piagam penghargaan kepada para wisudawan berprestasi di hadapan para wali santri yang hadir.


Pewarta: Fatih Maulana

Editor: Sutan