Oleh: Rizka Nur Maulidiyah*

Batas umur manusia tidak ada yang mengetahui bahkan dirinya sendiri. Rasulullah SAW., manusia yang paling sempurna pernah dianugrahi mukjizat mengetahui sisa umur para sahabatnya. Rasulullah pernah diberi tahu sisa umur sahabatnya kurang 15 hari lagi, namun hal itu tidak diberitahukan oleh beliau kepada rasul.

Suatu hari Rasulullah mengajak sahabatnya tersebut untuk ikut bersilaturahmi. Sahabat tersebut menurut dan ikut bersama Rasul berkunjung ke rumah-rumah sahabat yang lain. Beliau berdua berkeliling meminta maaf dan juga doa.

Selang 15 hari kemudian, ternyata malaikat Izroil tidak datsng, sahabat tersebut masih hidup. Justru malaikat Jibril yang turun memeberitahukan bahwa sahabat tersebut tidak jadi dijabut nyawanya.

“Sebab engkau mengajaknya untuk bersilaturahmi, maka umur sahabatmu diperpanjang 30 tahun lagi”[1]

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Dari kisah tersebut kita tahu bahwa bersilaturahmi merupakan perkara yang sangat penting sampai keistimewaan tersebut membuat sahabat diperpanjang umurnya.

Ibnu Bathal dalam Syarakh Shahih al-Bukhari menyatakan ada 2 pendapat mengenai keistemewaan dipepanjang umurnya, pertama orang yang bersilaturrohmi akan diingat kebaikannya meskipun sudah menutup usia.seakan-akan belum meninggal. Pendapat kedua, saat ditetapkan umur seseorang di dalam kandungan dituliskan bahwa apabila ia bersilaturahmi maka umurnya akan diperpanjang.

Masih banyak manfaat lain dari silaturahmi, seperti melapangkan rezeki, dijauhkan dari neraka, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sebagainya. Silaturahmi menjadi amalan yang utama dan memiliki manfaat yang luar biasa di luar logika akal manusia.


[1] Kitab minahul kubro


*Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari

SebelumnyaAkar dan Sumber dari Kejelekan
BerikutnyaToleransi Rasulullah, Kaum Nasrani Beribadah di Masjid Nabawi