Takut Menjadi Tak Bermakna

56
Ilustrasi seseorang yang merenung (sumber: ai/ra)

Takut yang Tak Pernah Diucapkan
Ada takut yang tak bisa dijelaskan,
Bukan pada gelap, bukan pada sepi,
Melainkan pada diri sendiri
Yang perlahan berubah tanpa sempat dimengerti.

Takut jika ternyata aku
Tidak sekuat yang selama ini kutunjukkan,
Takut jika semua usaha
Tak benar-benar sampai pada tujuan.

Aku berjalan sambil meyakinkan diri,
Bahwa ragu bukan berarti lemah,
Hanya tanda
Aku masih peduli pada arah.



Berani di Hadapan Orang, Gentar di Dalam
Di depan banyak wajah aku tampak biasa,
Tertawa, bekerja, menjalani hari.
Namun di dalam,
Ada suara kecil yang sering bertanya:
“Kalau gagal, bagaimana?”

Takut sendirian bukan karena tak ada teman,
Tetapi karena tak ada yang benar-benar tahu
Apa yang sedang kuperjuangkan diam-diam.

Aku belajar bahwa keberanian
Bukan tidak merasa takut,
Melainkan tetap melangkah
Meski gemetar.



Takut Menjadi Tidak Bermakna
Ada ketakutan yang paling sunyi:
Takut hidup berjalan
Namun tidak meninggalkan arti.

Takut hanya sibuk bertahan,
Tanpa pernah benar-benar tumbuh.
Takut suatu hari menoleh ke belakang
Dan mendapati

Aku hanya lewat,
Bukan hadir sepenuhnya.

Maka aku terus mencoba,
Meski pelan, meski ragu.

Sebab ketakutan ini
Bukan untuk dihentikan,
Melainkan dijadikan pengingat
Agar aku tetap jujur pada diri sendiri.



Penulis: Albii

Editor: Rara Zarary

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online