Salah satu Guru SMA AWH saat mengikuti lomba Agustusan, (20/08/17). (foto: panitia lomba)

Tebuireng.online- Peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 RI tidak lengkap rasanya tanpa adanya perlombaan-perlombaan. Adanya semangat berkompetisi membuat hari kemerdekaan ini lebih terasa. Begitupula dengan peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia di SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang. Para siswa-siswi, staf TU, dan jajaran guru mengisi peringatan hari kemerdekaan dengan berbagai perlombaan.

Perlombaan ini berlangsung selama 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu (19-20/08/17). Acara yang dipanitiai oleh pengurus OSIS dan MPK SMA A. Wahid Hasyim ini berlangsung pada jam ekstrakurikuler sehingga tidak menghambat aktivitas KBM siswa.

Berbagai macam jenis permainan diperlombakan pada acara ini. Seperti jenis perlombaan unik yang bernama “Voli Buta”. Pada perlombaan ini, peserta yang terdiri dari 5 orang per tim akan bermain bola voli dengan peraturan seperti biasa, tapi yang unik adalah jaring netnya ditutup dengan kain tak tembus pandang. Ini membuat para pemain tidak bisa menebak dari posisi mana bola lawan akan menyerang mereka.

Tak kalah uniknya, peserta yang ikut bertanding bukan hanya siswa siswi kelas 10, 11, dan 12 saja. Para guru dan staf karyawan TU juga meramaikan berbagai perlombaan yang dikhususkan untuk para guru dan karyawan. Seperti nyunnguh lengser dan tarik tambang.

Para siswa siswi sangat antusias dalam kegiatan ini, terlihat dari para siswa yang tidak ikut bermain juga ikut meramaikan dengan menjadi supporter pada setiap perlombaan  ketika kelas mereka bermain. Lagu-lagu kemerdekaan yang menjadi backsound menggema ke seluruh sekolah ketika acara berlangsung, menjadikan para peserta lebih bersemangat dalam berkompetisi.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Memang benar, berjuang itu tidak harus berperang. Kita dapat mengisi hari kemerdekaan negara kita ini dengan berbagai aktivitas yang positif. Seperti berkompetisi dengan sehat dan sportif. Semoga dengan acara ini, para siswa dan siswi SMA A. Wahid Hasyim menjadi para generasi penerus bangsa yang tetap bisa menghargai jasa para pahlawan.” Komentar salah satu panitia perlombaan SMA A Wahid Hasyim saat ditemui oleh wartawan tebuireng.online.


Pewarta : Rihlana Ardian

Editor/publisher : Rara Zarary

SebelumnyaBimbingan Ringkas Manasik Haji ke Tanah Suci (5) Batalnya Haji dan Thawaf Wada’
BerikutnyaRahmah El Yunusiyyah Pendiri Pertama Diniyah Putri (bagian I)