
Tebuireng.online— Lembaga Madrasah Hifdzil Qur’an (MHQ) Pesantren Putri Walisongo, Cukir, Jombang menggelar sosialisasi bagi santri baru pada Rabu (22/7/2026) di mushala lantai 3. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus MHQ dan 109 santri baru, yang menjelaskan mengenai tata tertib, larangan, serta sistem pembelajaran yang berlaku di lingkungan MHQ.
Baca Juga: PP Walisongo Gelar Wisuda Al-Qur’an, Lahirkan Hafidzah dan Qiro’ah Sab’ah Pertama
Ketua Lembaga MHQ, Sibyana Zubaidah, memaparkan daily activity atau jadwal kegiatan harian yang menjadi pedoman aktivitas santri selama berada di MHQ.
“Adanya daily activity ini dan penjelasan dari masing-masing pengurus mengenai bidangnya bertujuan agar kalian dapat menaati peraturan dan tidak melakukan pelanggaran,” jelas Sibyana.
Sementara itu, Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru MHQ, Rahma El-Yunusia, mengungkapkan bahwa jumlah santri baru tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, proses penerimaan tetap memberikan pengalaman berharga bagi panitia.
“Santri sekarang memiliki karakter yang berbeda dengan sebelumnya sehingga kami sempat kewalahan dalam proses pendaftaran. Namun, di situlah letak keseruannya karena kami memperoleh banyak pengalaman,” tuturnya.
Baca Juga: Santri Pesantren Putri Walisongo Cukir Unjuk Bakat dalam Muhadhoroh Kubro Cabang Ghina’ Aroby
Rahma menjelaskan, tahun ini Lembaga MHQ menerima 109 santri baru, terdiri atas 85 santri alumni MTs Mu’allimat dan 24 santri dari jalur umum. Lembaga MHQ sendiri diperuntukkan bagi santri jenjang Aliyah dan mahasiswa yang ingin memperdalam hafalan Al-Qur’an.
Menjelang penutupan acara, Sibyana kembali memberikan motivasi kepada seluruh santri baru agar menjaga niat dan kesungguhan dalam menghafal Al-Qur’an.
“Tata kembali niatnya. Kalian harus lebih serius dalam menghafalkan Al-Qur’an, rajin mengikuti setoran agar target hafalan dapat tercapai. Semoga kita semua yang berada di Lembaga MHQ senantiasa istiqamah dalam mengaji,” pesannya sebelum doa penutup.
Selama kegiatan, para pengurus memperkenalkan tugas dan fungsi masing-masing bidang sekaligus menjelaskan berbagai aturan yang harus dipatuhi santri. Materi disampaikan secara bergantian oleh Bidang Kebersihan dan Kesehatan, Inventaris dan Bakat Minat, Keamanan dan Hubungan Masyarakat, Mudarrosah, Tahfidz, Bendahara, hingga Sekretaris.
Baca Juga: Ngaji Rutinan dan Pemilihan Ketua Lengkapi Kebersamaan Alumni Walisongo Jatim 5
Antusiasme santri baru tampak selama sosialisasi berlangsung. Mereka aktif menyimak penjelasan dan mencatat berbagai informasi penting yang disampaikan pengurus sebagai bekal menjalani kehidupan di lembaga tahfidz.


















