PP Walisongo Gelar Wisuda Al-Qur’an, Lahirkan Hafidzah dan Qiro’ah Sab’ah Pertama

57
Suasana khidmat dalam acara wisuda santri hafidzah Pondok Pesantren Walisongo Cukir Jombang (foto: albii)

Tebuireng.online— Pondok Pesantren Walisongo kembali menggelar wisuda Al-Qur’an pada Ahad (26/4/2026), di lapangan SMK Muallimat Cukir. Kegiatan ini meliputi Wisuda Al-Qur’an 30 Juz Bilghoib XXIII, Qiro’ah Sab’ah, serta Binnadhor XXXII, yang dihadiri oleh seluruh walisantri dan para undangan.

Dalam sambutannya, pengasuh PP. Walisongo, KH. Amir Jamiludin, menekankan pentingnya menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an tidak harus menunggu mampu menyelesaikan banyak ayat, melainkan bisa dimulai dari hal kecil.

“Ngaji 30 juz monggo nggak mampu, ya 1 huruf nggak apa-apa. Misal nun itu sudah 10 pahala, itu pasti ada pengaruhnya dalam hidup,” pesannya.

Baca Juga: Isra Mi’raj di Pesantren Walisongo, KH. Sami’an Ungkap Lima Tanda Hati Waras

Ia juga mengisahkan seorang panglima perang yang selalu membaca surat Al-Ikhlas dalam setiap kesempatan. Ketika ditanya oleh Rasulullah SAW, panglima tersebut menjawab bahwa ia mencintai isi surat itu karena menggambarkan tentang Allah.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketua Yayasan, Syamsuddin Aly, turut menguatkan pesan tersebut dengan menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak yang menghafal Al-Qur’an.

“Nikmat paling besar adalah memiliki anak yang ahli Qur’an. Mari kita tingkatkan kedekatan kita dengan Allah. Tugas anak-anak berat, mereka wajib menjaga hafalannya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti mulai hilangnya budaya membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Dahulu, anak-anak sudah dibiasakan membaca Al-Qur’an sejak kecil, bahkan ketika dipanggil dengan sebutan “nun”, namun kini kebiasaan tersebut mulai memudar.

Salah satu wisudawati, Zulfa Salsabila asal Surabaya yang mengikuti kategori Binnadhor, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menyelesaikan tahap tersebut.

“Senang bisa lulus, habis ini lanjut di WS, semoga hafalannya juga bisa terus nambah,” ujarnya.

Baca Juga: Selamat, Inilah Daftar Wisuda Hafidzah Terbaik Santri Walisongo

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Musta’in Syafi’i memberikan pesan khusus kepada para wali santri agar turut menjaga hafalan putrinya, salah satunya dengan memilihkan pasangan hidup yang tepat.

“Kewajiban orang tua mencarikan jodoh yang bagus, yang amanah, yang hafal Al-Qur’an kalau bisa, yang bisa menjaga hafalan putri njenengan, yang cocok dan mengerti kalau putri kalian adalah hafidzoh,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat perbedaan cara menjaga hafalan antara laki-laki dan perempuan, terutama karena kondisi biologis perempuan.

“Tetap baca Al-Qur’an, niatnya tidak untuk nderes tapi dzikir,” tambahnya.

Pada wisuda tahun ini, tercatat sebanyak 40 santri wisudawati kategori bil ghoib, 37 wisudawati binnadhor 3 juz, dan 45 wisudawati binnadhor 1 juz. Selain itu, terdapat satu wisudawati Qiro’ah Sab’ah, yakni Nurul Hamidah.

Baca Juga: Wisuda Hafidzah Santri Walisongo, Pesan Mengharukan Datang dari Wali Santri

Keberhasilan ini menjadi istimewa karena merupakan kali pertama kategori Qiro’ah Sab’ah diwisuda di PP. Walisongo. Menurut keterangan panitia, Nabila Rahayu, capaian tersebut baru terwujud tahun ini karena sebelumnya belum ada santri yang berhasil mengkhatamkan Qiro’ah Sab’ah.

Nurul Hamidah sendiri berhasil menyelesaikan khataman 30 juz Qiro’ah Sab’ah dengan riwayat tujuh imam dalam waktu 2,5 tahun, sebuah prestasi yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesantren.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary