Tebuireng.online– Rektor Universitas Indonesia, Prof Ari Kuncoro, mengungkap bahwa Indonesia mengapresiasi upaya positif ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya kita yang sedang berjuang menghadapi pandemi ini.

Acara yang diprakarsai Majelis Wali Amanat UI (MWA UI) kali ini merupakan seri ke-3, setelah sukses menggelar seri 1 tentang ekonomi dan seri 2 seputar kesehatan.

“Saya sepaham dengan pendapat bahwa inilah saat yang tepat untuk serius dan bersama-sama memikirkan, merepresentasikan, merumuskan dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa pendidikan di semua jenjang dapat menjadi ujung tombak pencapaian,” ungkapnya (2/6).

Baginya, salah satu wujud pencapaian itu adalah berbagai sasaran pembangunan nasional yang strategis.

“Walaupun kita sedang menghadapi musibah, lebih tepatnya bagaimana pendidikan dapat tempat dan tetap mengantarkan bangsa ini mewujudkan cita-citanya ketika sedang berhadapan dengan tantangan besar bagi masa depan manusia yang mungkin belum pernah terjadi sebelumnya,” imbuhnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Adanya krisis pandemi di depan kita, lanjut Ari Kuncoro menanti suatu kondisi yang dapat menjadi momentum kemajuan dalam pembangunan bangsa, namun kondisi tersebut dapat menjadi pemantik rangkaian bencana baru, dalam mengantisipasi menyiapkan diri sebaik-baiknya.

“Tantangan yang saya maksudkan adalah penguasaan atas teknologi informasi dan bonus demografi yang akan terjadi puncaknya di tahun 2030, untuk menguasai teknologi tidak hanya menyebabkan kita tertinggal atau tergantung pada bangsa-bangsa lain,” tegasnya.

Negara penguasa teknologi secara paripurna juga menjadikan bangsa rentan terhadap arus berita palsu atau hoaks, kegagapan atas teknologi terkini dapat berkolaborasi dengan lahirnya kemiskinan di bidang literasi dan informasi karena kedua hal tersebut tidak dapat dilepaskan dari penguasaan bidang teknologi dan informasi.

“Demikianlah pendidikan memikul peranan utama. Bonus demografi baru akan menjadi bonus apabila anak muda memiliki kemampuan inovatif, kritis dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi. Kuncinya adalah pendidikan dan kegagalan bukanlah sebuah opsi, pandemi covid 19 memaksa kita untuk membuat trobosan-trobosan khususnya di bidang pendidikan,” jelasnya.

Prof Kuncoro juga mengungkapkan harapan selanjutnya dan mengungkapkan terima kasih kepada berbagai pihak, utamanya bagi yang telah bersedia turun tangan untuk berpikir dan berkerja sama mengupayakan reformasi pendidikan Indonesia demi masa depan yang unggul, beradab dan bermartabat.

Pewarta: Indah Naila

SebelumnyaModel Pendidikan Pesantren Menjawab Tantangan Perubahan
BerikutnyaRevolusi Mental: Pahami Pola Pikir Terbuka, Toleran, dan Demokratis