Siswa-siswi SMP A. Wahid Hasyim dan SMP BP Plus Ma’arif NU berbaur . (Foto: Iryan)

tebuireng.online– Dalam rangka melaksanakan studi banding, SMP Berbasis Pesantren Plus Ma’arif NU Ciamis, Jawa Barat mengunjungi SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang Jawa Timur pada Kamis (19/01/2017). Rombongan yang datang pada Pukul 10.30 WIB tersebut langsung disambut oleh Kepala SMP. A. Wahid Hasyim, Anas. M.Hi., beberapa guru, dan pengurus OSIS di Masjid Ulul Albab.

Kepala SMP BP Plus Ma’arif NU Ciamis mengatakan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mengetahui kurikulum dan sistem pengelolahan di SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng. Ia juga menuturkan bahwa SMP yang didirikan pada 2006 dan di bawah naungan Lembaga Ma’arif NU itu, siswa-siswinya rata-rata berasal dari kampung dan ikut mengaji di pondok.

Kepala SMP A. Wahid Hasyim, Anas, M. Hi., menyambut dengan hangat kedatangan rombongan dari SMP BP Plus Ma’arif NU Ciamis. Beliau menceritakan kondisi SMP A. Wahid Hasyim, mulai dari program, kurikulum, sistem tata kelola, dan organisasi siswa. Pak Anas juga menjelaskan tentang program baru SMP AWH, yaitu Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca siswa-siswi.

Setelah pertemuan di Masjid Ulul Albab, rombongan berjalan-jalan mengelilingi area sekolah dengan didampingi oleh beberapa guru dan pengurus OSIS SMP A. Wahid Hasyim. Rombongan juga berkesempatan mengamati tata administrasi, Green House, taman, pokja-pokja, dan kelas-kelas yang dilengkapi dengan rak-rak buku. Tak sedikit siswa-siswi dari kedua sekolah bertukar informasi dan berfoto ria di sela-sela waktu kunjungan.

Usai berjalan-jalan dan mempelajari beberapa hal yang menarik di SMP A. Wahid Hasyim, rombongan yang terdiri dari beberapa guru dan siswa sebanyak tiga bus itu, mohon undur diri untuk langsung kembali ke Ciamis sekitar pukul 14.40 WIB.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Pewarta:    Iryan Ramdhani

Editor:      M. Abror Rosyidin

Publisher:  M. Abror Rosyidin

SebelumnyaThalab al Ilmi, Cukup! Mengais Keteladanan Kiai Syansuri Badawi (Bagian-5)
BerikutnyaKapolres Jombang: Gus Dur Contoh Sosok Toleran