Sejumlah peserta Olimpiade MIPA dan Agama mengerjakan soal di SMP AWH Tebuireng pada Sabtu (04/02/2017). (Foto: Raihan Bagas Mahardika)

tebuireng.online – Sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi yang diraih, yaitu menjadi salah satu Sekolah Adiwiata Nasional, SMP A Wahid Hasyim Tebuireng menggelar acara Festival and competitions yang mengusung tema “Mengukir prestasi, mencetak santri sejati, mengabdi pada negeri”, pada Sabtu (04/02/17). Acara tersebut diikuti oleh sekitar 300 peserta tingkat Sekolah Dasar sederajat di wilayah regional seperti, Kediri, Mojokerto, Nganjuk, Kertosono, dan sekitarnya.

Ada tiga cabang lomba dalam festival ini, yaitu Olimpiade MIPA dan Agama, Musabaqah Tartilil Quran (MTQ), dan Pildacil dengan total hadiah tujuh juta rupiah. Perlombaan ini dilaksanakan di beberapa lokasi yang berbeda. Olimpiade dilaksanakan di ruang kelas SMP A Wahid Hasyim, pildacil dilaksanakan di halaman sekolah, dan Musabaqah Tartilil Quran di Masjid Ulil Albab.

Panitia pelaksana lomba ini berasal dari para guru di sekolah dan dibantu oleh tim OSIS SMP A. Wahid Hasyim. Para anggota OSIS diminta untuk membantu mengarahkan para peserta lomba. Mereka mengaku antusias dan semangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan, karena acara ini adalah event penting.

“Jumlah peserta lomba telah mencapai target, bahkan melebihi,” ucap Kepala Sekolah SMP A. Wahid Hasyim Bapak Anas. Beliau juga menuturkan bahwa total peserta perlombaan ini  sebanyak kurang lebih 300 siswa meliputi lomba Pildacil dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an masing-masing sekitar 40 siswa, dan lomba Olimpiade MIPA dan Agama sekitar 200 siswa.

Pak Anas juga berharap dengan adanya lomba Pildacil peserta kelak dapat menjadi panutan bagi masyarakat di sekitarnya. “Sekarang juga banyak orang yang mengaku islam, tetapi tidak bisa baca Qur’an. Nah, dengan ada lomba MTQ semoga orang-orang seperti itu bisa tergugah dan mulai belajar membaca Al-Qur’an. Dengan diadakannya Olimpiade MIPA dan Agama, semoga tidak akan terjadi dikotomi dalam pendidikan di Indonesia kelak,” tukasnya.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Ketua Panitia, Bapak Ari Budi Setiawan menjelaskan, acara ini diadakan sebagai ungkapan rasa syukur, kepada Allah, karena sekolah kami SMP A. Wahid Hasyim bisa meraih gelar Sekolah Adiwiyata Nasional tahun lalu. “Harapannya acara ini kelak dapat dijadikan agenda tahunan di SMP A. Wahid Hasyim. Ini adalah pelaksanaan yang kedua,” terang Pak Ari.

Para orang tua peserta juga mengaku senang dan mengapresiasi positif acara ini, “Ini sangat bagus dan inspiratif sekali, semoga di tahun depan lombanya lebih di kembangkan dan persiapannya lebih dimatangkan.” Ucap salah satu orang tua peserta Pildacil.

Antusiasme dalam menyambut festival ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peserta sekaligus penonton yang hadir. “Dapat banyak pengalaman, dredeg. Tapi asal kita tahu inti pembahasannya, kita bisa mengembangkan sendiri kata-katanya,” ungkap Alya Maulida Nuril Husna, peserta pildacil delegasi MI Al-Huda, Ploso, Nganjuk.

Keaslian teks pidato menjadi salah satu kriteria penilaian dalam perlombaan cabang pildacil. Pihak panitia tidak melakukan pembatasan tema yang akan dibawakan oleh para peserta. Pihak panitia mengambil lima peserta terbaik dari setiap cabang perlombaan, yaitu juara 1, juara 2, juara 3, juara harapan 1, dan juara harapan 2.

Grup band SMP A Wahid Hasyim ikut menyemarakkan acara perlombaan. Acara ditutup dengan pengumuman juara masing-masing lomba. Wildan Jauharun didapuk sebagai juara 1 dalam cabang lomba Olimpiade MIPA dan Agama delegasi MI Al-Huda Bogo, Nganjuk, Rahayu Erna delegasi SD Islam Terpadu Cukir, sebagai juara 1 pada cabang lomba Pildacil, dan Ahmad Yahya delegasi SD Kertosono, sebagai juara 1 cabang lomba Musabaqoh Tartilil Quran.


Pewarta:     Ana Musta’anah & Rihlana Ardhian Ghuvara

Editor:        Munawara

Publisher:    M. Abror Rosyidin

SebelumnyaDadakan, Polisi Data Pimpinan Pondok Pesantren di Kecamatan Diwek
BerikutnyaSyukuran atas Gelar Adiwiyata Nasional, SMP A. Wahid Hasyim Adakan Pawai