Selembar Kertas Menuju Juara

65
sebuah ilustrasi di sekolah

Pertemanan Santri
Aksara manis melayang bersama angin dingin
Terbang membawa serpihan ketulusan
Bintang dan bulan menghiasi langit
Dan kamu teman menemani perjalanan

Angin sepoi di bawah rindang pohon mangga
Tawa, dan canda kita berlarian
Menyusuri jam-jam pelajaran
Kadang terasa berat, kadang terasa ringan

Pulpen mengkilap, pensil runcing, buku beraroma khas
Semua jadi saksi pejuang pertemanan
Tangan-tangan erat, merangkul kesungguhan
Di saat nilai jatuh, belajar bersama jadi tujuan

Belajar tak hanya angka dan huruf
Ada kesetiaan, pertemanan membuahkan ikatan
Ada tersenyum saling berbagi roti
Ada air mata mendorong simpati

Jalan-jalan kita memang berbeda
Jangan lupakan pertemanan, jejak kenangan tak pudar
Meski air hujan turun menyapu hari-hari
Simpanlah peristiwa, kenangan masa-masa menuntut ilmu

Duhai perindu teman
Berbagai kenangan sakit, lelah, gembira
Terbungkus oleh waktu
Terpajang di benak-benak hati syahdu


Air-air Bening Mengalir
Jalan berliku dilewati ketegaran
Langkah kaki bergerak cepat, mengayunkan tenaga
Jantung berdebar membelah sunyi
Keringat dingin menjalar kalbu

Melangkahkan kaki menuju cita-cita
Di sebuah kelas, duduk membawa alat belajar
Sayup-sayup air mulai berjatuhan
Meninggalkan jejak-jejak tanda

Tangisan mengalir air-air bening
Ia huruf-huruf yang patah keluar dari kalbu
Jatuh dari mimpi membuka rasa
Sungai-sungai kecil tampak di pipi muda

Santri menundukkan kepala
Merenung diam, menelaah perjalanan panjang
Mendengar bunyi-bunyi spidol berderit
Pertanda pelajaran sudah dimulai

Beban-beban di pundak tersimpan bait-bait kata
Masa depan, melangkah, berdaya juang
Ujian kehidupan membawa perubahan
Niat-niat mulia terus ditunaikan

Setitik tangisan mengandung makna
Lahirlah pejuang keberanian
Benih-benih pohon tetap ditabur
Rintangan pertumbuhan disiram kesabaran

Tangisan santri mengisi puisi
Air-air itu, membasahi telapak tangan lembut
Melihat dan membaca tulisan yang terbentuk
Meraih bait-baitnya bagai minyak harum


Selembar Kertas Menuju Juara
Ketika pelangi menampakkan diri
Selaksa warna menghiasi alam
Segala rasa terucap pujian kebesaran-Nya
Segala pandangan menatap penjuru

Ia datang memakai seragam sederhana
Membawa selembar kertas, bernilai cahaya
Mengandung kata-kata penuh semangat
Menyemai jalan-jalan sukar hingga mulus

Suara-suaranya bergetar memecah udara
Puisi menjelma sebuah lampu di ruang gelap
Aliran kata adalah luka disembuhkan
Rima adalah senyuman dan gerak kegigihan

Namanya tertulis di kertas juri
Detik-detik berdebar, ia menundukkan kepala
Ia dipanggil sebagai juara
Piala digenggam, tepuk tangan riuh di angkasa

Di benaknya, puisi jadi jalan-jalan kehidupan
Menuju berbagai rasa, peristiwa menjadi padu
Juara membawa semangat berkarya
Bahwa bait-bait kebaikan, terus dialirkan

Mengubah murung menjadi bahagia
Mengubah lemas menuju bangkit
Meniti ke tangga-tangga harapan
Mengubah kemustahilan menjadi keberhasilan



Penulis: Ahmad Norhudlari

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online