
Kerelaan pada Takdir
ada saat ketika hati berhenti melawan
dan waktu mengajarkan cara menerima
bukan dengan menyerah
melainkan dengan memahami
bahwa hidup tidak selalu berjalan
di jalan yang kita rencanakan
kadang ia berbelok jauh
melewati sunyi yang tak pernah kita bayangkan
di situlah takdir menunggu
bukan sebagai musuh
melainkan sebagai guru
yang perlahan menuntun jiwa menjadi lebih luas
aku belajar merelakan
seperti langit yang merelakan senja pergi
seperti laut yang merelakan ombak kembali
dan pada akhirnya aku mengerti
bahwa yang hilang bukan benar benar pergi
ia hanya berubah bentuk
menjadi doa yang lebih tenang
di dalam hati
Kenangan Ramadan
ramadan selalu datang
dengan langkah yang lembut
membawa aroma dapur sebelum subuh
dan lampu rumah yang masih setengah redup
ibu berjalan pelan di antara panci dan wajan
ayah menunggu azan dengan wajah yang teduh
sementara kami mengantuk
namun tak ingin melewatkan kebersamaan itu
ada suara sendok yang menyentuh piring
ada doa yang berbisik di sela sela waktu
ramadan bukan hanya tentang lapar
ia adalah kenangan yang hangat
yang tumbuh dari meja sederhana
dan tawa kecil sebelum fajar
kini waktu telah berjalan jauh
rumah tak lagi seramai dulu
namun setiap ramadan datang
kenangan itu selalu pulang
seperti cahaya lampu dapur
yang tak pernah benar benar padam
Perjuangan Bersama Keluarga
hidup tidak selalu memberi jalan yang lapang
kadang ia hanya memberi tanah yang keras
dan langkah yang harus tetap berjalan
kami tidak memiliki banyak
namun kami memiliki satu sama lain
ayah dengan keringat yang jatuh diam diam
ibu dengan doa yang tak pernah lelah
dan kami anak anak
yang belajar kuat dari mata mereka
di meja makan yang sederhana
kami belajar arti cukup
di malam yang panjang
kami belajar arti berharap
perjuangan bukan tentang siapa yang paling kuat
tetapi tentang siapa yang tetap tinggal
ketika dunia terasa berat
dan keluarga adalah tempat
di mana lelah boleh beristirahat
tanpa harus menjelaskan apa apa
sebab di sana
cinta tidak perlu kata
ia hidup di setiap langkah
yang kita jalani bersama
Penulis: Ummu Masrurah


















