Ramadan dan yang Tersayang

40
ilustrasi seorang ayah dan anak di sebuah perjalanan (sumber: pngtree)

Kerelaan pada Takdir
ada saat ketika hati berhenti melawan
dan waktu mengajarkan cara menerima
bukan dengan menyerah
melainkan dengan memahami

bahwa hidup tidak selalu berjalan
di jalan yang kita rencanakan
kadang ia berbelok jauh
melewati sunyi yang tak pernah kita bayangkan

di situlah takdir menunggu
bukan sebagai musuh
melainkan sebagai guru
yang perlahan menuntun jiwa menjadi lebih luas

aku belajar merelakan
seperti langit yang merelakan senja pergi
seperti laut yang merelakan ombak kembali

dan pada akhirnya aku mengerti
bahwa yang hilang bukan benar benar pergi
ia hanya berubah bentuk

menjadi doa yang lebih tenang
di dalam hati


Kenangan Ramadan
ramadan selalu datang
dengan langkah yang lembut
membawa aroma dapur sebelum subuh
dan lampu rumah yang masih setengah redup

ibu berjalan pelan di antara panci dan wajan
ayah menunggu azan dengan wajah yang teduh
sementara kami mengantuk
namun tak ingin melewatkan kebersamaan itu

ada suara sendok yang menyentuh piring
ada doa yang berbisik di sela sela waktu

ramadan bukan hanya tentang lapar
ia adalah kenangan yang hangat
yang tumbuh dari meja sederhana
dan tawa kecil sebelum fajar

kini waktu telah berjalan jauh
rumah tak lagi seramai dulu

namun setiap ramadan datang
kenangan itu selalu pulang
seperti cahaya lampu dapur
yang tak pernah benar benar padam


Perjuangan Bersama Keluarga
hidup tidak selalu memberi jalan yang lapang
kadang ia hanya memberi tanah yang keras
dan langkah yang harus tetap berjalan

kami tidak memiliki banyak
namun kami memiliki satu sama lain

ayah dengan keringat yang jatuh diam diam
ibu dengan doa yang tak pernah lelah
dan kami anak anak
yang belajar kuat dari mata mereka

di meja makan yang sederhana
kami belajar arti cukup
di malam yang panjang
kami belajar arti berharap

perjuangan bukan tentang siapa yang paling kuat
tetapi tentang siapa yang tetap tinggal
ketika dunia terasa berat

dan keluarga adalah tempat
di mana lelah boleh beristirahat
tanpa harus menjelaskan apa apa

sebab di sana
cinta tidak perlu kata
ia hidup di setiap langkah
yang kita jalani bersama



Penulis: Ummu Masrurah

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online