Sebelum Pulang, Santri Baca Tahlil dan Pamitan

582
Santri Putra Pesantren Tebuireng berpamitan kepada pimpinan, asatidz, dan pengurus sebelum pulang libur lebaran pada Jumat (02/06/2018). (Foto: Chumaidi)

Tebuireng.online— Libur lebaran tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, santri putra Pesantren Tebuireng sebelum pulang ke rumah masing-masing menikmati liburan yang lumayan panjang, para santri membacakan tahlil dan berpamitan dengan para pengurus pondok. Mereka bersalam-salaman dengan para ustadz dan pengurus pada Sabtu (02/Juni/2018) siang di komplek maqbarah Masyayikh Tebuireng.

Kepala Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Ustadz Iskandar, dalam sambutan pengarahannya menyampaikan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para santri menjelang liburan, di antaranya para santri sebelum pulang harus sudah mengetahui kelompok pengajiannya baik pengajian al-Quran maupun pengajian Takhassus.

“Ketika kembali ke pondok santri bisa langsung aktif mengikuti pengajian di kelompoknya masing-masing, santri harus membersihkan kamarnya masing-masing dan merapikan serta mengamankan barang-barang tertentu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambah Ustadz Iskandar.

Menyambung kepala pondok, Mudir bidang Pembinaan Pondok, H. Lukman Hakim menyampaikan kepada para santri untuk menjaga nama baik almamater Pesantren Tebuireng ketika berada di daerah masing masing.

Pengusaha duren itu bercerita bahwa seluruh santri Pesantren Tebuireng di manapun berada semuanya mendapatkan barokah, ilmunya bermanfaat. Namun, H. Lukman tak menampik, ada beberapa santri Tebuireng yang kurang manfaat ilmunya, tetapi hal itu, menurutnya, bukan karena Tebuireng, melainkan karena dirinya sendiri yang tidak menghargai Tebuireng.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Santri Tebuireng yang bisanya sampai rumah kurang manfaat ilmunya bukan karena Teburiengnya, bukan karena ustadznya, bukan karna kiainya, tapi karena dirinya sendiri tidak menghargai Tebuirang, tidak menghargai (diri) sebagai santri,” terang pemilik grosir pakaian an Nur itu.

Terakhir, H. Lukman mendoakan para santri agar benar benar bisa menikmati liburan lebaran tahun ini dengan membawa nama baik Pesantren Tebuireng ke daerahnya masing-masing dan nanti pertengahan Juli bisa kembali ke Tebuireng dengan selamat.

Setelah sambutan dan pembacaan tahlil, satu persatu para santri bersalaman dengan pengurus. Sabtu pagi ini juga, sebelum pulang, para santri mengambil rapor belajar di unit masing-masing, jadwal liburan lebaran tahun ini dimulai dari tanggal 03 Juni 2018 sampai dengan 13 Juli 2018.

Beberapa santri ada yang pulang secara rombongan diatur oleh organisasi daerah masing masing, dan beberapa ada yang pulang secara pribadi dengan menggunakan tranportasi umum, seperti kereta api, bus, pesawat, dan armada transportasi lainnya.


Pewarta:            Nur Masduki

Editor/Publisher: M. Abror Rosyidin