KH. Kamuli Khudlori: Mengaji Itu Ibarat Bercermin

301
KH. Kamuli Khudlori saat menghadiri acara penutupan pengajian Ramadan Pesantren Tebuireng pada Jumat (01/06/2018). (Foto: Kopi Ireng)

Tebuireng.online– Dalam momen penutupan pengajian Ramadan 1439 H Pesantren Tebuireng, KH. Kamuli Khudlori memberi sambutan selaku perwalikan qari’ kitab pada Jumat (01/06/2018) di halaman utama pondok. Dalam acara yang dihadiri oleh ribuan santri, baik santri mukim maupun peserta kilatan, kiai sepuh Pesantren Tebuireng itu mengimbau agar santri tetap menjalankan ibadah secara istikamah, walau berada di rumah.

Kiai Kamuli, panggilan akrab beliau, mengucapkan terima kasih atas lancarnya kegiatan kilatan ini dari tanggal 1 Ramadan sampai dengan malam Penutupan Ngaji. Selanjutnya, Kiai Kamuli menyampaikan bahwasanya setiap amalan di pondok itu diterapkan sebagai ajang latihan pembiasaan bagi diri santri agar dapat istikamah.

“Shalat Dhuha biyasakanlah setiap hari! Libur nggak libur tetap istikamahkanlah!,” kata Kiai Kamuli berpesan kepada para santri yang esok harinya mayoritas akan pulang ke kampung halaman masing-masing

Selama kurang lebih 15 hari, lanjut Kiai Kamuli, para santri ditempa mengikuti kilatan Ramadan, ngaji para santri harus bisa menjadi seperti cermin, yang kotorannya dihilangkan. Hal itu merupakan perumpaan dari yang kurang dilakukan, yang sudah dilakukan ditingkatkan.

“Orang ngaji itu ibarat sedang bercermin, apa-apa yang kurang dari kita (ketika mengaji) belum kita kerjakan, marilah kita kerjakan, baik ibadah wajib maupun yang sunnah,” ungkap Kiai asal Brebes itu.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Selain itu beliau juga berharap agar ngaji para santri tak sampai di sini saja, melainkan terus dilanjutkan untuk menimba ilmu sebanyak mungkin. “Pohon harus bisa berbuah, ilmu yang sudah didapat harus diamalkan agar bisa lebih bermanfaat,” pesan Kiai Kamuli.

Terakhir beliau menyampaikan tentang pentingnya ilmu alat. Beliau menjelaskan jika seorang santri sudah menguasai ilmu alat, maka ilmu yang lain akan mengikutinya. “Kuasailah ilmu alat! Kalau ilmu alat sudah dikuasai, maka ngaji apa pun insyaallah bisa dan gampang,” pungkas kiai kamuli.

Beberapa masyayikh selan KH. Kamuli Khudori yang menjadi qori pengajian kilatan Ramadan di antaranya ada KH. Agus Fahmi Amrullah Hadzik, KH. Taufiqurrahman, KH. Habib Ahmad, Kiai Nuh, dan beberapa asatidz dan masyayikh lainnya. Khusus pengajian Shahih Muslim yang diampuh KH Habib Ahmad sudah dilaksanakan sejak pertengahan bulan Sya’ban.