SD Islam Tebuireng Kesamben Raih Empat Medali di Olimpiade Nasional BRISMA

60
Ucapan selamat (ilustrasi: Ayu)

Tebuireng.online— SDI Tebuireng Kesamben kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui ajang olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Brisma Competition and Education Center. Pada kompetisi tingkat nasional tersebut, siswa-siswi SDIT berhasil meraih empat medali dari berbagai cabang lomba. Babak final lomba dilaksanakan pada 7 Desember 2025, sementara pengumuman pemenang disampaikan pada 14 Desember 2025 pukul 20.00 WIB.

Adapun siswa-siswi yang berhasil mengharumkan nama sekolah antara lain Haydar Rayyan Elhajtama yang berlaga pada level 1 mata pelajaran Matematika dan meraih silver medal. Rania Medina Azzahra juga tampil membanggakan dengan meraih dua medali sekaligus, yakni silver medal pada level 2 mata pelajaran Matematika dan bronze medal pada level 3 mata pelajaran Sains. Sementara itu, El Shakeyla Arsyfa Najwa berhasil meraih bronze medal pada level 1 mata pelajaran Bahasa Inggris. Capaian ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi SDIT mampu bersaing secara kompetitif dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga: Konsisten Berprestasi, Siswa SDIT Kesamben Raih Medali Nasional dan Juara Kabupaten

Perwakilan guru SDIT sekaligus pengurus nota kesepahaman kerja sama (MoU), Ustadz Dzikron, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih para siswa. “Alhamdulillah, kami sangat bangga dengan perjuangan dan antusiasme anak-anak serta dukungan dari wali murid. Mereka telah berusaha maksimal dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Keikutsertaan SDIT dalam ajang ini diawali sejak babak penyisihan yang dilaksanakan secara daring pada 26 Oktober 2025. Sebanyak 27 siswa SDI mengikuti babak penyisihan dengan total 38 keikutsertaan cabang mata pelajaran. Dari jumlah tersebut, 19 siswa berhasil melaju ke babak final tingkat nasional yang diikuti oleh 643 peserta dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini menggunakan perangkat dan aplikasi berstandar olimpiade nasional.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Meski belum berhasil meraih medali emas, pihak sekolah tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian para siswa. “Ini adalah kali pertama anak-anak kami mengikuti event yang diselenggarakan oleh BRISMA. Mereka harus bersaing dengan siswa dari sekolah-sekolah favorit di kota besar seperti Jakarta, Semarang, Palembang, dan daerah lainnya. Dari sisi nilai sebenarnya tidak kalah, hanya saja durasi waktu pengerjaan menjadi salah satu penentu,” jelas Ustadz Dzikron.

Di balik keikutsertaan dan prestasi tersebut, terdapat kerja sama antara SDIT dan Brisma Competition and Education Center yang tertuang dalam MoU. Ustadz Dzikron menjelaskan bahwa kerja sama ini bermula pada awal Oktober 2025, ketika ia bersama kepala sekolah menerima pesan WhatsApp dari pihak BRISMA yang berisi ajakan kerja sama penyelenggaraan event olimpiade tingkat nasional. “Kami menerima surat kerja sama dari BRISMA, di mana sekolah diberi amanah sebagai tim publikasi sekaligus koordinator administrasi pendaftaran peserta, dengan beberapa kesepakatan lainnya,” terangnya.

Baca Juga: Tiga Siswa SDIT Kesamben Raih Prestasi di Ajang SMART FEST Jombang 2025

Setelah dilakukan penelusuran, BRISMA diketahui sebagai lembaga yang fokus pada penyelenggaraan kompetisi dan kegiatan edukasi, khususnya di bidang Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris. “Mungkin SDIT dilirik karena sebelumnya kami juga aktif mengikuti berbagai event olimpiade, baik di tingkat kabupaten maupun nasional,” tambahnya.

Olimpiade ini melombakan tiga bidang utama, yakni Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris, dengan pembagian empat level peserta, mulai dari level 1 untuk kelas 1 dan 2 SD, level 2 untuk kelas 3 dan 4 SD, level 3 untuk kelas 5 dan 6 SD, hingga level 4 untuk kelas 7 dan 8 SMP. Peserta berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Pihak sekolah menyambut kerja sama ini dengan penuh rasa syukur. “Alhamdulillah, sekolah kami dipercaya untuk bekerja sama dalam event tingkat nasional ini. Ini menjadi kebanggaan bagi lembaga dan juga siswa-siswi kami,” ungkap Ustadz Dzikron. Ia menambahkan bahwa MoU tersebut berlaku untuk satu kali pelaksanaan event, namun peluang kerja sama lanjutan masih terbuka. “Insyaallah, besar kemungkinan akan ada kerja sama untuk event-event berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga: Siswa SDIT Kesamben Lolos Seleksi Grand Final Olimpiade Nasional

Adapun harapan sekolah ke depan tidak hanya terfokus pada capaian medali emas. “Tentu harapan kami anak-anak bisa meraih prestasi tertinggi, tetapi yang terpenting adalah mereka mendapatkan pengalaman kompetisi, mental bertanding, dan kepercayaan diri,” pungkas Ustadz Dzikron. Melalui ajang ini, SDIT berharap siswa-siswinya semakin termotivasi untuk terus belajar, berlatih, dan berani bersaing di tingkat nasional.



Editor: Rara Zarary
Pewarta: Albii