
Tebuireng.online— Siswa-siswi SDIT Kesamben berhasil masuk babak grand final Olimpiade Nasional yang diselenggarakan oleh PT Obor Langit Group, setelah meraih medali perak pada babak penyisihan yang digelar, Ahad (24/8/2025), di Institut Teknologi & Bisnis PGRI Dewantara Jombang.
Kedua siswa tersebut adalah Arsakha Elrafif S dari kelas 4 IHA yang meraih Juara 2 (Silver Medal) pada Olimpiade Bahasa Inggris Level 2, serta Azzahira Putri Inggrid K dari kelas 4 IHA yang juga meraih Juara 2 (Silver Medal) pada Olimpiade Matematika Level 2. Dengan capaian ini, keduanya dipastikan akan mewakili SDIT Kesamben di babak grand final tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada Mei atau Juni 2026 mendatang.
Olimpiade Nasional yang digelar PT Obor Langit Group merupakan ajang bergengsi yang berfokus pada tiga bidang utama, yakni Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris. Kompetisi ini diikuti oleh ribuan siswa dari SD/MI dan SMP/MTs di berbagai kota Indonesia. Tahun ini, babak penyisihan digelar serentak di 25 kota, dimulai sejak Juli 2025 hingga Januari 2026, sebelum akhirnya mempertemukan para juara pada tingkat nasional.
SDIT Kesamben sendiri menerima undangan langsung dari panitia pada awal Agustus. Menurut penjelasan Dzikron, salah satu guru di SDIT Kesamben, undangan tersebut bukanlah yang pertama. Hal ini karena sekolah sudah beberapa kali mengikuti olimpiade yang diselenggarakan oleh Obor Langit Group sehingga masuk dalam daftar sekolah binaan.
Baca Juga: Prestasi Gemilang SDIT Kesamben di Ajang Olimpiade dan Kompetisi Nasional
“Pendaftaran dibuka sejak pertengahan Juli hingga 22 Agustus 2025, dan untuk wilayah Jombang pelaksanaannya pada 24 Agustus. Sedangkan kota-kota lain dilakukan secara bertahap hingga Januari 2026,” jelasnya.
Keberhasilan Azzahira Putri Inggrid tak lepas dari bimbingan Bagaskoro Cahyo Gumilar, guru pembina Matematika. Bagaskoro menuturkan bahwa persiapan lomba dilakukan sederhana, hanya melalui beberapa kali pertemuan, baik secara offline maupun online. Namun, ia melihat bahwa Azzahira memiliki kemampuan hitung yang istimewa sehingga mampu menyesuaikan diri dengan cepat terhadap model soal olimpiade.
“Materi yang menjadi fokus antara lain aritmatika sosial, perbandingan, operasi hitung bilangan, serta pecahan. Tantangan justru muncul karena beberapa materi tidak dijelaskan secara mendetail sehingga perlu pemahaman lebih mendalam,” terangnya.
Bagaskoro menambahkan bahwa dirinya cukup puas dengan capaian kali ini, meski berharap ke depan siswa-siswinya dapat memahami materi lebih dalam, tidak hanya sekadar menguasai bagian permukaannya saja.
Sementara itu, keberhasilan Arsakha Elrafif di bidang Bahasa Inggris tak lepas dari peran pembinanya, Ita Widyawati, S.Pd. Menurut Ita, pendekatan yang ia gunakan lebih santai agar siswa tidak terbebani.
“Anak SD cepat merasa jenuh kalau dipaksa, jadi persiapan lebih banyak latihan soal lalu dibahas bersama. Arsakha sendiri sejak kelas 1 sudah terbiasa ikut lomba, bahkan hampir setiap minggu ada kompetisi, jadi persiapan khusus untuk olimpiade kali ini hanya sekitar dua minggu,” ungkapnya.
Baca Juga: Siswi SDIT Tebuireng Raih Medali Perunggu Olimpiade Matematika Tingkat Nasional
Ita mengakui bahwa kendala yang dihadapi justru pada manajemen waktu, sebab Arsakha termasuk siswa yang aktif dan sering mengikuti banyak kegiatan. Meski demikian, ia merasa sangat bangga atas pencapaian siswanya.
“Saya berharap Arsakha terus menjadi anak yang soleh, tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraih, dan selalu bersemangat untuk belajar serta berjuang sampai akhir hayat,” tambahnya.
Selain kedua siswa yang berhasil lolos ke grand final, beberapa siswa SDIT Kesamben lainnya juga turut mencatat prestasi gemilang di babak penyisihan. Di antaranya adalah Narasena Kalingga M (kelas 2 AZA) yang meraih peringkat 4 Olimpiade Bahasa Inggris Level 1, Azka Alfariza S (kelas 3 IR) yang meraih peringkat 4 Olimpiade Sains Level 2, serta Ayska Octavia W (kelas 4 IHA) yang menempati peringkat 7 Olimpiade Matematika Level 2.
Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary


















