Tiga Siswa SDIT Kesamben Raih Prestasi di Ajang SMART FEST Jombang 2025

50
Para siswa SDIT yang meraih juara (ilustrasi: ayu)

Tebuireng.online— Tiga siswa SDIT Kesamben kembali mengharumkan nama sekolah melalui ajang SMART FEST Jombang 2025 yang diselenggarakan oleh Duta Smart Organizer, bertempat di aula terbuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, pada Ahad (16/11/2025). Kegiatan ini merupakan lomba akademik dan seni tingkat TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Jombang, meliputi olimpiade mata pelajaran serta lomba mewarnai.

Ajang tersebut diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai sekolah di Jombang dan sekitarnya, mulai dari kelas 1–6 SD hingga kelas 7–9 SMP. Smart Organizer sebagai penyelenggara mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan, yang menyediakan fasilitas tempat untuk terselenggaranya kegiatan.

Pada kesempatan itu, tiga siswa SDIT Kesamben berhasil meraih prestasi membanggakan di beberapa kategori lomba. Mereka adalah: Azzahira Putri Inggrid K Kelas 4 IHA mendapat Juara 2 Olimpiade Matematika. Arsakha Elrafif Setiawan Kelas 4 IHA mendapat harapan 1 Olimpiade Bahasa Inggris, dan harapan 3 Olimpiade Pendidikan Kewarganegaraan. Kayla Anindita Wibowo Kelas 3 IZ, mendapat juara harapan 3 Olimpiade Pendidikan Kewarganegaraan dalam ajang SMART FEST Jombang 2025 – Duta Smart Organizer.

Baca Juga: Siswa SDIT Kesamben Lolos Seleksi Grand Final Olimpiade Nasional

Dalam wawancara bersama Tebuireng Online, Ustadz Dzikron, salah satu guru SDIT Kesamben, menjelaskan bahwa pihak sekolah selalu membuka kesempatan bagi siswa untuk mengikuti berbagai kompetisi, termasuk ajang yang tidak diselenggarakan langsung oleh Dinas Pendidikan. Menurutnya, tujuan utama bukan semata-mata memperoleh gelar juara, tetapi memberi pengalaman berharga bagi anak-anak.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

“Untuk kompetisi yang tidak diselenggarakan langsung oleh dinas, kami tawarkan kepada anak-anak dan orang tua sebagai ajang mengukur kemampuan dan pengalaman. Tidak ada ukuran khusus, mengingat mereka masih usia dini. Yang utama adalah pengalaman,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan motivasi sejak awal kepada siswa agar lebih antusias dan tidak terbebani. “Tips agar anak antusias terletak pada sosialisasi lomba yang dibumbui motivasi tentang pentingnya pengalaman berkompetisi dan mengukur kemampuan diri. Juara itu bonus, yang terpenting proses belajarnya,” jelasnya.

Baca Juga: Siswi SDIT Tebuireng Raih Medali Perunggu Olimpiade Matematika Tingkat Nasional

Tidak hanya siswa, para orang tua pun merasa senang karena fasilitas yang diberikan sekolah dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Ustadz Dzikron berharap pengalaman mengikuti lomba membuat siswa lebih matang dan tidak menganggap kompetisi sebagai sesuatu yang menegangkan.

“Harapannya, anak-anak yang sering lomba akan terbiasa sehingga kompetisi bukan dianggap sebagai pertempuran, tetapi ajang belajar yang menantang sekaligus menyenangkan. Ke depan, semoga mereka mampu meraih prestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary