Konsisten Berprestasi, Siswa SDIT Kesamben Raih Medali Nasional dan Juara Kabupaten

65
Ucapan selamat kepada peraih juara (Ilustrasi: Ayu)

Tebuireng.online— SDIT Kesamben kembali menunjukkan konsistensinya dalam mencetak prestasi, baik di tingkat nasional maupun kabupaten. Pada Ahad (14/12/2025), siswa-siswi SDIT berhasil menorehkan sejumlah prestasi membanggakan dari berbagai ajang lomba yang dilaksanakan di waktu yang hampir bersamaan, bahkan sebagian lomba langsung diumumkan pada hari yang sama.

Di tingkat nasional, siswa-siswi SDIT sukses meraih empat medali dalam ajang olimpiade Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Brisma Competition and Education Center. Babak final lomba ini dilaksanakan pada 7 Desember 2025, sedangkan pengumuman pemenang disampaikan pada 14 Desember 2025 pukul 20.00 WIB.

Adapun peraih prestasi tersebut yakni Haydar Rayyan Elhajtama yang meraih silver medal pada level 1 mata pelajaran Matematika. Rania Medina Azzahra berhasil menyabet dua medali sekaligus, yaitu silver medal level 2 mata pelajaran Matematika dan bronze medal level 3 mata pelajaran Sains. Sementara itu, El Shakeyla Arsyfa Najwa meraih bronze medal pada level 1 mata pelajaran Bahasa Inggris.

Baca Juga: Tiga Siswa SDIT Kesamben Raih Prestasi di Ajang SMART FEST Jombang 2025

Tidak hanya di tingkat nasional, pada tanggal yang sama, siswa-siswi SDI juga menorehkan prestasi di ajang lomba tingkat kabupaten. Dalam ajang Parade Kreativitas Siswa Cerdas FOCUS 2025 yang digelar di Linggarjati Plaza Jombang, Qothrunada Salsabila dari kelas 1 ARU berhasil meraih juara 1 lomba mewarnai tingkat kelas 1.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Sementara itu, dalam ajang Tahap Seleksi Olimpiade Jawa Timur Sirius Entertainment Mojokerto 2025 yang dilaksanakan di wilayah Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Narasena Kalingga Murda dari kelas 2 AZA meraih juara 2 Olimpiade Sains sekaligus juara 3 Olimpiade Bahasa Inggris. Prestasi juga diraih oleh Arsakha Elrafif Setiawan dari kelas 4 IHA yang berhasil meraih juara 2 Olimpiade Bahasa Inggris pada ajang yang sama.

Menariknya, keikutsertaan siswa-siswi SDIT dalam lomba tingkat kabupaten tersebut terbilang terbatas. Hal ini dikarenakan waktu pelaksanaan lomba bertepatan dengan pelaksanaan SAS atau Sumatif Akhir Semester ganjil. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menghalangi siswa-siswi SDIT untuk tetap menorehkan prestasi.

“Event ini hanya diikuti peserta terbatas dari SDIT karena momennya bersamaan dengan SAS, tetapi Alhamdulillah hal itu bukan penghalang bagi anak-anak kami untuk tetap berprestasi,” ungkap Ustadz Dzikron, perwakilan guru SDIT, saat diwawancarai (14/12).

Menanggapi fenomena siswa-siswi yang kerap meraih juara secara berulang, Ustadz Dzikron mengaku bangga sekaligus menjadikannya sebagai bahan refleksi bersama. “Kalau ditanya tanggapan guru, tentu kami bangga dan senang. Kadang malah bercanda, ‘ini tidak ada anak lain saja?’,” ujarnya sambil tersenyum. Namun ia menegaskan bahwa sebenarnya banyak siswa lain yang memiliki potensi.

“Hanya saja sebagian anak kurang percaya diri ketika ditunjuk, mungkin karena jam terbangnya belum banyak. Maka ini seharusnya menjadi motivasi, baik bagi anak-anak yang sering ikut lomba maupun teman-temannya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap anak memiliki bakat yang berbeda-beda. “Guru-guru menyadari bahwa bakat anak itu tidak sama. Hanya saja event yang sering ada memang di bidang akademik umum seperti Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris. Sementara lomba di bidang lain seperti keagamaan, olahraga, atau bidang khusus lainnya masih relatif jarang,” tuturnya.

Baca Juga: Siswa SDIT Kesamben Lolos Seleksi Grand Final Olimpiade Nasional

Terkait harapan ke depan, Ustadz Dzikron menegaskan bahwa sekolah berupaya menyalurkan potensi seluruh siswa sesuai bakat masing-masing. “Harapan kami, bakat anak-anak ini bisa tersalurkan melalui berbagai lomba. Karena itu sekolah terus berupaya mencari informasi lomba di berbagai bidang, agar semua anak punya kesempatan berprestasi sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan mekanisme pendampingan siswa selama mengikuti lomba. “Karena lomba biasanya dilaksanakan di hari libur sekolah, yang mengantar anak-anak adalah orang tua masing-masing. Namun orang tua selalu berkoordinasi dengan pihak kesiswaan atau guru kelas saat lomba berlangsung,” jelasnya.

Untuk pembinaan, Ustadz Dzikron menambahkan bahwa siswa kelas bawah dibimbing langsung oleh guru kelas masing-masing, sedangkan siswa kelas atas dibina oleh guru mata pelajaran sesuai dengan bidang lomba yang diikuti.



Pewarta: Albii
Editor: Rara Zarary