Ingat Kembali Sejarah Berdiri SMK Plus Khoiriyah Hasyim Lewat Pentas Seni Anniversary ke-16

67
Penyerahan piala anniversary SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, Selasa (16/12/2025). Foto: Ist.

Tebuireng.online- Dalam rangka memperingati hari jadi ke-16, SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng menggelar pentas seni bertajuk “Menyulam Budaya, Merajut Warisan, Menenun Masa Depan” pada Selasa (16/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah dengan diikuti lebih dari 100 siswa dan guru.

Acara diawali dengan sambutan Kepala SMK Plus Khoriyah Hasyim Tebuireng, Fery Sriafandi. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh siswa dan panitia untuk dapat terselenggaranya acara ini. Banyak siswa yang sepulang sekolah antusias menyiapkan pentas seni ini. Fery berharap kegiatan tersebut dapat menjadi hiburan sekaligus pelepas penat sebelum libur. Tidak lupa, ia juga berpesan agar para siswa tetap menjaga almamater ketika balik ke kampung halaman, dengan tetap menjaga tata krama, perilaku, dan karakter sebagai santri.

“Semoga orang tua tersenyum saat kalian pulang, dan hari ini benar-benar menjadi momen menyulam budaya, merajut warisan, serta menenun masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Sambutan selanjutnya oleh ketua panitia M. Najhul Fahmi, ia menjelaskan bahwa judul besar acara tahun ini adalah Indirizzo Fest, yang berarti kejuruan di SMK yang tidak jauh dari seni. Ia berharap kegiatan ini terus berkembang menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Teruslah berkarya, jangan biarkan bakat terpendam, dan tetap menjadi diri sendiri,” pesannya kepada teman-temannya.

Selain itu, ada pula penyampaian materi sejarah SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng oleh Bapak Muhammad Udin, S.Kom. Ia memaparkan perjalanan panjang sekolah yang berdiri pada tahun 2009 di bawah Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak. Hingga tahun 2015, SMK dikelola di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari, dengan kondisi awal belum memiliki gedung sendiri. Pada periode 2015–2016, kegiatan belajar mengajar sempat berlangsung di gedung Unhasy yang disewa selama dua tahun. Di masa itulah perjuangan besar dilakukan oleh kepala sekolah saat itu, Hadi Mulyono, bersama tim, agar SMK dapat memiliki gedung sendiri.

Majalah TebuirengIklan Tebuireng Online

Perjuangan tersebut membuahkan hasil dengan adanya wakaf tanah di kawasan Mojosongo. Melalui dukungan yayasan, dibangunlah gedung sekolah yang mulai digunakan pada tahun 2017 dengan fasilitas awal berupa kantor dan tiga ruang kelas. Perkembangan terus berlanjut hingga sekitar tahun 2018–2019, ketika santri putra dari induk dialihkan ke lokasi tersebut dan pembangunan asrama dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2019, atas arahan Gus Sholah, SMK diminta membuka jurusan baru. Dari tiga opsi yang ada, DKV, Tata Boga, dan Tata Busana, jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dipilih sebagai jurusan yang paling memungkinkan, sehingga dibangunlah gedung atas beserta laboratoriumnya.

“Terhitung sejak 2009 sampai 2025 sudah 16 tahun, semoga di umur 17  tahun nanti ada penambahan jurusan baru lagi, dan siswanya semakin banyak lagi,” harapnya.

Terdapat pula penyerahan piala anniversary SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng oleh panitia kepada Roihan Sugondo, sebagai bagian dari rangkaian acara. Adapun beragam pentas seni yang dipertunjukan oleh siswa SMK Plus Khoiriyah Hasyim, di antaranya tari Warok, Bujang Ganong, dan Barong Devil, fashion show, penampilan angkatan Brajadenta, Wijoyo Kusumo, dan Ajisaka, hingga penampilan penutup One Last Day yang menambah semarak suasana.

Lebih lanjut, kesan positif disampaikan oleh Qoni, Guru Seni Budaya SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng. Ia menilai pelaksanaan pentas seni tahun ini lebih rapi, menghibur, dan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Penampilan seperti jaran kepang dinilainya sangat bagus. Sebagai seni budaya ia berpendapat bahwa siswa SMK Khoiriyah Hasyim  memiliki keunggulan dalam kreativitas meskipun menghadapi berbagai kendala.

“Harapannya semoga ke depan SMK semakin maju, acaranya semakin besar dan mewah,” pungkasnya saat diwawancarai.


Pewarta: Ilvi Mariana

Editor: Muh. Sutan